UMN Cetak Lulusan Penggerak Ekonomi Kreatif

Industri kreatif dalam setahun terakhir telah menyumbang Rp 642 triliun atau 7,05 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain menyumbang PDB nasional, industri kreatif juga menjadi sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, dengan konstribusi secara nasional sebesar 10,7 persen atau 11,8 juta orang.

UMN

Namun, Kementerian Perindustrian juga menyebutkan salah satu tantangan untuk mengembangkan industri kreatif nasional terletak pada teknologi pendukung industri kreatif itu sendiri. Indonesia masih masuk dalam kategori dynamic adopter atau pengguna teknologi yang diciptakan negara lain. Dibutuhkan sumber daya manusia yang juga mampu untuk menciptakan teknologi itu sendiri.

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai universitas yang fokus mempersiapkan generasi penggerak ekonomi kreatif mempersiapkan lulusannya untuk siap bersaing di dunia profesional. Kini, UMN siap mengantarkan para lulusannya memasuki gerbang profesionalisme melalui Wisuda X yang dilangsungkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Sabtu (17/12).

Dalam wisuda ini, UMN melahirkan lulusan pencipta teknologi di bidang digital dan non digital guna menunjang ekonomi kreatif Indonesia. Salah satunya adalah Vania Widjaja, lulusan Sistem Komputer yang berhasil memberikan solusi bagi para pemilik binatang peliharaan yang hendak meninggalkan binatang peliharaannya di rumah. Melalui prototipe Dog Feeder yang mampu dikontrol dari jarak jauh, para pemilik binatang peliharaan bisa menjadwalkan jam makan binatang peliharaannya di rumah sesuai dengan keinginannya. Dog Feeder ini terdiri dari aplikasi dan prototipe mesin pemberi makan yang diciptakan sendiri oleh Vania.

Selain Vania, UMN juga meluluskan technopreneur muda pendiri start-up CaterInc yang pada tahun 2016 ini berhasil memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti sebesar Rp 250 juta serta beasiswa pelatihan wirausaha ke London, Inggris. CaterInc yang didirikan oleh Susanto Ario, Joshua Alamsyah, Pandu Baraja lulusan Teknik Informatika dan Gavra Pratama lulusan Design Grafis, merupakan startup penyedia solusi bagi usaha katering di Indonesia yang mempertemukan penyedia katering lokal dengan konsumen lokalnya melalui platform digital. Hingga saat ini, jumlah vendor katering sebanyak 70  yang tersebar di 22 kota di Indonesia.

Dalam subsektor ekonomi kreatif mengenai animasi dan film pun, UMN menyumbangkan banyak sineas baru yang karyanya sudah mendapat apresiasi dari berbagai festival dan kompetisi bergengsi di dalam dan luar negeri. Misalnya saja animasi Timun Emas yang dibuat oleh animator Fritz Malindo Wijaya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual peminatan Animasi yang meraih penghargaan dalam Apresiasi Film Indonesia 2016 Kategori Umum sekaligus masuk ke berbagai festival internasional. Dalam ajang yang sama animasi Lakuna dan film Emak juga menjadi juara dalam kategori Animasi Kategori Mahasiswa/Pelajar  dan Film Pendek Kategori Mahasiswa/Pelajar. Film dokumenter ‘Mata Elang’ garapan Wisnu Dewa Broto (Film dan Televisi, 2013) dinobatkan sebagai dokumenter terbaik dalam ReelOzInd, sebuah festival dan kompetisi film pendek pertama Australia dan Indonesia yang dikelola oleh Australia Indonesia Centre.

Ninok Leksono, Rektor UMN, menekankan untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lulusan UMN selain harus memiliki kompetensi tinggi di bidang keahlian yang diterjuni juga harus memiliki kreativitas dan jiwa inovasi untuk dapat bersaing.

“Dengan inovasi, penemuan tidak berhenti di ranah ilmu pengetahuan atau riset, tetapi membawanya ke ranah komersial. Hal ini pada gilirannya akan memberi dampak nyata pada peningkatan pendapatan nasional jika dilakukan oleh pelaku industri kreatif dalam skala besar,” papar Ninok.

Sejalan dengan hal tersebut, UMN turut mengundang Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum mengenai kreativitas lokal dan inovasi sebagai kekuatan baru ekonomi Indonesia. “Melihat perkembangan start-up saat ini, yang menjadi tumpuan utama adalah ICT dan multimedia. Wisudawan UMN ini sudah berada dalam track yang benar. Artinya, pendidikan ICT dan multimedia bisa dimaksimalkan dalam wadah universitas,” ungkap Airlangga.

UMN selalu mengangkat tema kedaerahan dalam setiap wisudanya. Kali ini, Wisuda IX memilih budaya suku Dayak dari Kalimantan sebagai ciri khasnya. Tak hanya melalui pakaian adat dan tata panggung saja yang menggambarkan budaya Dayak tetapi pemilihan lagu-lagu serta tarian Kalimantan turut menyemarakkan wisuda ini. Adapun total wisudawan dalam Wisuda X adalah 542 orang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)