UOB Serius Garap UKM Indonesia

UKM dan bisnis mikro masih menjadi primadona bagi industri perbankan. Selain karena jumlahnya yang cukup banyak, pendapatan UKM dan Bisnis mikro dapat menyumbang GDP hampir 60%. Hal ini tentunya tidak hanya berjalan di Indonesia saja, namun sama halnya dengan negara ASEAN lainnya. Apalagi dalam menghadapi MEA, UKM serta bisnis mikro memiliki peluang yang terbuka lebar guna bersaing di lintas negara.

foto uob

Di indonesia sendiri, tercatat sebanyak 57 juta pengusaha lokal yang ada dalam kategori UKM. Pelaku UKM dan industri mikro seringkali berhadapan dengan risiko maupun efek dari perdagangan internasional. Selain itu, kebijkan yang berubah ubah sewaktu waktu serta keterbatasan memperoleh pendanaan menjadi tantangan tersendiri. Sadar akan potensi pasar yang cukup potensial di sektor ini, UOB melakukan berbagai strategi menggarap pasar yang empuk tersebut.

Sejak 3 tahun lalu, UOB terus berkontribusi dalam bisnis UKM. Tidak hanya mendalami dari sektor bisnis, UOB juga menggandeng beberapa akademisi dalam bentuk kerja sama. Di Indonesia, UOB menggandeng ITB. Kerja sama ini berupa program pendidikan Small Medium Enteprise Banker Excecutive Certificate. Fokusnya adalah pembelajaran di bidang kredit, manajemen risiko, pembiayaan perdagangan, regulasi pemerintah serta pelatihan kemampuan praktis dalam menghadapi masalah. Pembelajaran dan sertifikasi berbasis kurikulum ini di juga klaim oleh UOB sebagai yang pertama di Indonesia.

“Sangat penting untuk meningkatkan keahlian para manajer bisnis banking UOB untuk menjawab dinamika kebutuhan UKM di masa mendatang. Apalgi di era MEA ini kondisinya memang semakin menantang,” ujar Iwan Satawinata, Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia.

Iwan juga menyatakan bahwa UOB sendiri akan memberikan bantuan berupa pendanaan serta bimbingan pada para pelaku UKM. Hal ini dikarekan bahwa Indonesi memang memiliki peluang yang besar untuk mengambangkan UKM.

“Seiring dengan pertumbuhan UKM yang semakin mutakhir, nasabah UKM tentu saja berharap pada keahlian kami dalam memberikan nasihat mengenai kebutuhan perbankan. Mulai dari pendanaan, perdagangan, layanan kas manajemen hingga perlindungan mata uang asing. Program UOB-ITB Bankers Executive Certificate sangat penting dan tepat, karena melalui program ini manager kami bisa mengembangkan kegiatan yang diperlukan guna mendukung pertumbuhan nasabah UKM,” tambah Iwan.

Hal ini juga diapresiasi oleh pihak ITB. Hal ini diungkapkan oleh Kadarsah Suryadi selaku rektor ITB. Kerjasama ini dianggap sebagai simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak dan saling melengkapi.“Melalui kerjasama ini, UOB berhak mengakses riset yang telah kami lakukan. Sementara UKM yang ada di bawah pihak pembinaan ITB bisa mendapatkan layanan seperti fasilitas pendanaan,” ujarnya. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)