Upaya Bandara Soekarno Hatta Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

Jumlah penumpang udara di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2013, jumlah penumpang udara domestik mencapai 36,3 juta orang, (naik 36,92%) dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jumlah penumpang udara internasional 8,6 juta orang, naik 8,47 juta dibanding periode yang sama tahun 2012.

Hingga Agustus lalu, peningkatan jumlah penumpang domestik tertinggi berada di Bandara Soekarno-Hatta (1,86 juta orang), Bandara Juanda, Surabaya(685.800 orang), Bandara Kualanamu, Deli Serdang (292.700 orang), Bandara Ngurah Rai, Denpasar (393.400 orang), dan Bandara Hasanuddin, Makassar (318.400 orang). Sedangkan peningkatan tertinggi jumlah penumpang udara internasional selama Agustus 2013 terjadi di Bandara Juanda sebesar 67,75% (92.600 orang), Bandara Hasanuddin 39,29% (7.800 orang), Bandara Soekarno-Hatta 13,44% (536.900 orang), dan Bandara Kualanamu 12,69% (81.700 orang). Totalnya sekitar 6,2 juta orang, naik 25,57% dibanding Agustus 2012 yang mencapai 5,1 juta orang.

bandara

Menurut Adi Kanrio Dayanun, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, tingginya jumlah penerbangan saat ini berdampak pada meningkatnya aktivitas di sisi darat bandara, yang secara otomatis meningkatkan potensi resiko keselamatan di airside, khusus untuk Bandara Soekarno Hatta. Untuk itu perlu upaya mengendalikan dan meminimalisir semua potensi resiko yang dapat membahayakan keselamatan operasional pesawat. “Banyak hal yang terus dilakukan peningkatan dan pembenahan, baik untuk sisi udara maupun sisi daratnya di bandara yang juga harus diperhatikan betul untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Adi.

Selain itu, Bram Bharoto Tjiptadi Senior General Manager Bandara Soekarno Hatta menambahkan pentingnya untuk terus memonitor potensial hazard disisi udara, yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan gangguan keselamatan penerbangan. "Managemen resiko disisi udara penting untuk terpenuhinya On Time Performance (OTP). Untuk itu semua pihak yang beroperasi disisi udara sangat dibutuhkan demi terpenuhinya unsur safety, security, service dan compiance. Karena keselamatan bukan cuma tanggung jawab regulator dan pengelola saja, tapi juga seluruh komunitas yang ada disisi udara," kata Bram.

Diakui Evert Erenst Mangindaan, Menteri Perhubungan, seluruh jajaran di area bandara memiliki tanggung jawab sama untuk melakukan RSC. Tujuannya, meminimalisasi tingkat pelanggaran dan kecelakaan di udara sekaligus menumbuhkan kepedulian petugas demi pentingnya keselamatan operasional penerbangan. Selama ini sudah jalan, namun harus terus ditingkatkan dan mengubah mindset semua petugas dan stakeholder untuk sama-sama meningkatkan keselamatan penerbangan, “Arahan saya, semua harus mengubah mindset (pola pikir) menjadi culture set (budaya) bahwa keselamatan penerbangan itu mutlak," kata Mangindaan dalam sambutan pembukaan kampanye Ramp Safety Campaign (RSC) 2013 yang diselenggarakan PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Selasa (3/12).

RSC adalah sarana yang tepat untuk mengingatkan semua pihak yang beroperasi di sisi udara, bahwa aspek keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak dapat ditoleransi. Kampanye RSC yang digelar Bandara Soekarno Hatta Cengkareng untuk meminimalisir tingkat pelanggaran dan kecelakaan di sisi udara (airside). Rencananya kegiatan RSC di Bandara Soekarno Hatta berlangsung mulai 3-6 Desember 2013. Bentuk kegiatan, antara lain seminar dan workshop tentang keselamatan penerbangan, serta operasi simpatik bersama komunitas keselamatan sisi udara.

Sasaran kegiatan RSC ini, untuk menciptakan pelayanan di sisi udara yang aman, tertib profesional dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga bisa memberikan kontribusi dalam peningkatan citra dunia penerbangan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)