Upaya BNI Perbanyak Mitra Bank Jepang

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menjalin kerja sama dengan salah satu grup finansial terkemuka di Jepang, yaitu Yamaguchi Financial Group. Yamaguchi Financial Group Inc (YMFG) merupakan holding company yang bergerak di bidang jasa keuangan dan jasa perbankan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengaktifkan kantor cabang pembantu di Osaka, Jepang.

Kerja sama antara BNI dengan Yamaguchi ditetapkan secara resmi melalui acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gatoet Gembiro Noegroho, Pemimpin Cabang BNI Tokyo, dengan Koichi Fukuda, President  Yamaguchi Financial Group, di kantor BNI Tokyo, Kamis (14/3/2013) waktu setempat.

Kelompok usaha YMFG memiliki beberapa bank, antara lain Yamaguchi Bank yang berdiri sejak November 1878, Momiji Bank yang berdiri sejak November 1923, dan Kitakyushu Bank  yang berdiri sejak Oktober 2010. Bisnis YMFG bergerak di bidang keuangan yang mencakup pembiayaan atau leasing, penerbitan kartu kredit, dan menjadi perusahaan sekuritas. Selain itu, grup ini juga memiliki perusahaan konsultasi YM Consulting Corp dan lembaga riset bernama Kitakyushu Economics Institute.

Kelompok usaha yang berkantor pusat di Yamaguchi Prefecture ini memiliki total asset (konsolidasi) sekitar USD$ 111 miliar. Di mana, berdasarkan data keuangan tahun 2012, pendapatan bersih YMFG mencapai sekitar US$ 218 juta.

Tribuana Tunggadewi, Sekretaris Perusahaan BNI mengungkapkan, saat ini, BNI merupakan bank yang memiliki mitra bank Jepang terbanyak dibandingkan bank-bank nasional lainnya. Kerja sama yang agresif dengan bank-bank regional Jepang (JRB) ini digiatkan demi memanfaatkan momentum derasnya arus investasi perusahaan Jepang ke Indonesia akhir-akhir ini. “Untuk memfasilitasi nasabah-nasabah dari regional bank yang berminat berinvestasi di Indonesia,  BNI telah membentuk Japan Desk sejak tahun 2012 lalu,” ujarnya.

Dengan kerjasama dengan YMFG, BNI tercatat telah bermitra dengan 48 bank, yakni sebanyak 47 bank regional  dan 1 Shinkin Bank atau bank koperasi. Setiap bank memiliki basis nasabah yang siap berinvestasi di Indonesia.

Dan dengan adanya Japan Desk, BNI berinisiatif untuk memberikan berbagai fasilitas yang dapat membantu para nasabah JRB tersebut merelokasi usahanya ke Indonesia, baik dengan pemberian kredit rupiah, mengalirkan informasi lengkap tentang kondisi perekonomian Indonesia dan kondisi iklim investasi di Indonesia, hingga membantu menyelesaikan perizinan usaha di Indonesia.

BNI menjaga nasabah JRB yang ada di Indonesia agar tidak berpindah ke bank-bank besar Jepang yang sudah ada di Indonesia. Setidaknya ada 100-150 nasabah bank-bank regional Jepang yang ada di Indonesia, dan sudah menanamkan modal setidaknya US$ 75 juta hingga saat ini.

Investor Jepang yang datang ke Indonesia pada umumnya adalah perusahaan padat karya, sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Bagi BNI, dengan banyaknya investor Jepang di Indonesia akan menjadi lahan untuk meningkatkan bisnisnya, yang terkonsentrasi pada dua kelompok besar, yakni Business Banking dan Consumer & Retail  Banking.

Sementara itu, dengan dibukanya kantor cabang BNI di Osaka, Jepang, pada 20 Februari 2013, hubungan dengan bank regional serta nasabah di bagian barat Jepang akan semakin menguat. Karena transaksi keuangan yang menopang bisnis di kawasan itu semakin mudah dilakukan. Ini penting artinya bagi Indonesia, karena kawasan barat Jepang merupakan basis dari perusahaan-perusahaan besar yang memiliki akar kuat di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)