Upaya Pupuk Kalimantan Timur Cegah Mafia Pupuk

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggandeng aparat penegak hukum untuk menindak tegas penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja sama yang tertunang dalam penandatanganan MoU antara PKT dengan Kapolda dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Tinggi setempat.

Upaya-upaya yang dilaksanakan di antaranya penyelenggaraan jasa pengamanan dan pengawalan penyaluran pupuk PKT, koordinasi tugas dan fungsi, sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan dan penyaluran pupuk, hingga penegasan proses penegakan hukum atas pelanggaran ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi.

Direktur Utama PKT Rahmat Pribadi menegaskan pentingnya pengamanan penyaluran pupuk sebagai salah satu komitmen perusahaan. Dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian. “Aspek pengamanan distribusi pupuk subsidi selalu menjadi prioritas utama bagi PKT,” tegasnya.

Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi strategis antara berbagai pihak, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Kapolda Kalimantan Timur. Harapannya, pupuk subsidi dapat tersalurkan secara tepat kepada petani yang membutuhkan dan terhindar dari praktik penyelewengan dan mafia pupuk.

Kapolda Kalimantan Timur, Imam Sugianto menyatakan, "Untuk pengamanan dan pengawasan distribusi pupuk, Polda Kaltim akan menurunkan langsung personil sesuai dengan kebutuhan guna melaksanakan tugas-tugas kepolisian yang bersifat preventif maupun represif agar jalannya distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ditetapkan,” tuturnya.

Wilayah tanggung jawab distribusi Urea Subsidi PKT mencakup wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, seluruh wilayah Sulawesi yang terdiri dari Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo, serta Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk NPK Bersubsidi Formula Khusus (Kakao) mencakup seluruh wilayah Indonesia. Data alokasi pupuk subsidi di wilayah Kalimantan Timur Tahun 2022 sendiri mencapai total 22.573 ton Urea. Jumlah ini mencakup wilayah Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Berau, Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, dan Bontang.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)