Upaya Sharp Memperbesar Marketshare AC

Ketatnya persaingan bisnis Air Conditioner (AC) membuat para produsen harus lebih kreatif dan inovatif untuk meraih konsumen. Di Indonesia, pasar AC kian diramaikan dengan berbagai merek baik lokal maupun impor dari Jepang, Korea Selatan dan China.

Permintaan AC terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bila tahun lalu total permintaan sekitar 2,38 juta unit, hingga akhir tahun ini diprediksi sekitar 2,48 juta unit yang diperebutkan oleh beberapa brand-brand besar seperti Panasonic, Sharp, LG, Samsung, Midea, Sanken dan lain-lain.

Agresivitas pemasaran dan kelengkapan line produk Panasonic membuat merek asal Jepang ini menjadi pemimpin pasar AC di Indonesia. Tentunya hal ini harus diwaspadai, mengingat peluang pasar AC di Indonesia sangat besar, para pemaian lain pun berlomba-lomba mengatur strategi untuk merebut pangsa pasar AC yang lebih besar untuk menjadi market leader di Indonesia. Misalnya Sharp, yang kini menguasai marketshare 16% berambisi menjadi market leader.

"Tahun 2017 target marketshare AC Sharp sekitar 22%, dimana kontribusi tebesar dari kategori produk AC tipe Standard 0.5 PK," kata Darma Effendy Manager AC, Air Purifier, WM Departement PT Sharp Electronics Indonesia (SEID).

sharp-ac

Guna mencapai target market share tersebut, SHARP telah menyiapkan beberapa strategi pemasaran, yaitu pertama melengkapi produk-produk Air Conditioner-nya dengan beragam fitur yang dibutuhkan oleh konsumennya.

Beberapa fitur unggulan seperti Jetstream sebuah mode pendinginan cepat yang mampu mendinginkan suhu ruangan 5°C dalam waktu hanya 5 menit. Sementara, fitur Coanda yaitu Mode Gentle Cool Air yang menghantarkan udara dingin ke atas melalui plafon guna melindungi anak-anak dan orang lanjut usia kedinginan karena terkena hembusan udara dingin secara langsung.

Ada juga fitur Best Sleep Mode yang dapat mengatur suhu ruangan pada saat konsumen tidur, dan teknologi Plasmacluster yang hanya dimiliki oleh SHARP yang mampu memberikan ekstra perlindungan dari gangguan virus, bakteri, jamur serta bau-bauan tidak sedap.

Herdiana Anita Pisceria Product Planning General Manager PT SEID menambahkan sejak Juni 2016, Sharp sudah mendapatkan Sertifikat Hemat Energy ( SHE ) dan berhak melabeli produk AC-nya dengan predikat bintang 4 yang merupakan standar efisiensi tertinggi di Indonesia.

Selain itu mengganti bahan pendingin R-32 dan dan menerapkan Energy Efficiency Ratio ( EER ) yang merupakan peraturan pemerintah Indonesia guna menurunkan emisi global dan mengurangi penggunaan cadangan listrik negara. Sharp pun telah mengajak konsumen untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan bumi.

Strategi kedua, Sharp meningkatkan pelayanan purna jualnya dengan cara terus mendampingi konsumennya melalui kinerja pusat layanannya yang secara aktif memberikan informasi mengenai pengetahuan produk, perbaikan hingga perawatan produk.

“Aksi cuci bersih AC ini merupakan salah satu apresiasi kami terhadap kesetiaan konsumen Sharp di pulau Jawa dan Sumatera," kata Ronald R. Huwae, Customer Satisfaction General Manager, PT SEID.

Strategi ketiga, Sharp menawarkan beragam kemudahan bagi para konsumennya untuk memiliki produk Sharp dengan cara memberikan beragam promo penjualan yang menarik dan menguntungkan.

Sebagai penutup rangkaian Sharp 1.000 AC Cleaning Project, PT SEID menyelenggarakan kegiatan SHARP FRESH LIVING EXHIBITION (22- 25 September 2016) di area Food Society, Mal Kota Kasablanka Jakarta. Hal ini untuk mendekatkan diri dengan para konsumen setianya dengan memberikan informasi secara khusus mengenai pengetahuan produk dan perawatan AC.

"Kami akan terus meningkatan layanan purna jualnya dengan cara terus mendampingi konsumen dengan memberikan beragam layanan seperti edukasi seputar produk dan penggunaannya, perbaikan sampai perawatan produk,” ungkap Fumihiro Irie, Direktur Utama PT SEID.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)