Usaha Zalora Bantu Pengembangan Bisnis Pelaku Ritel Fashion

Zalora Indonesia, salah satu fashion e-commerce terbesar di negara ini, memilih awal tahun ini untuk membuat suatu gebrakan baru. Khususnya untuk membantu pengembangan usaha pelaku ritel atau desainer fesyen independen di Indonesia. Untuk ini, Zalora akan meluncurkan platform marketplace di pertengahan tahun 2014.

Jadi, para pelaku ritel fesyen independen Indonesia kini dapat mendirikan toko dengan merek sendiri di situs www.zalora.co.id/marketplace/sell-with-us/, yang akan dapat mereka jalankan dan kelola dengan dukungan dari Account Manager Zalora. Di alamat situs tersebut, para peritel atau desainer dapat melihat informasi lengkap soal marketplace Zalora ini, dan mengirimkan permohonan kerjasama. Merek dan produk yang dijajakan melalui marketplace ini akan dikenal masyarat luas lewat pemasaran dan iklan online gratis.

zalora-marketplace

“Peluncuran marketplace Zalora nanti adalah kemajuan yang sangat baik untuk industri fesyen di Asia Tenggara. Di sini, kami meluncurkan satu platform yang memungkinkan beragam produk dari merek, butik atau desainer untuk bersanding dengan jajaran merek internasional kami yang terkenal. Platform ini juga akan membantu memperkenalkan produk dan mereknya kepada jutaan pelanggan setia kami, sehingga pelanggan juga lebih mudah memuaskan hasrat belanjanya,” kata Magnus Grimeland, Managing Director Zalora.

Pelaku ritel fashion independen tentu saja memerlukan akses cepat ke banyak pelanggan untuk bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi. Maka dengan membuat marketplace tersebut, Zalora bisa menyediakan akses cepat dan mudah kepada mereka. Hal ini juga karena situs Zalora Indonesia dikunjungi rata-rata 15 juta orang setiap bulannya, sehingga menjadi marketplace yang potensial.

Saat ini, tim perekrut khusus dari Zalora tengah mencari dan mendata merek dan desainer potensial untuk diikutsertakan dalam peluncuran. “Sudah ada sejumlah desainer dan pelaku ritel fesyen independen yang kami rekrut. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dan membantu mengembangkan bisnis mereka serta melihat seberapa jauh bisnis mereka dapat berkembang melalui marketplace ini,” ujar Magnus.

Memang, tahun 2014 ini adalah waktu yang paling tepat untuk memajukan bisnis online, terutama di seluruh wilayah Asia Pasifik. Karena saat ini wilayah tersebut sudah memiliki pengguna internet lebih dari 200 juta orang. Menurut penelitian, pada tahun 2020 mendatang, sekitar 11%-15% dari total penjualan ritel global akan dilakukan secara online. Jadi, jika pengusaha ingin memperluas pemasaran produk, satu-satunya cara paling cepat yang dapat digunakan adalah melalui sistem online. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)