Usia 36 Tahun, Dwi Sapta Merger dengan Dentsu

Kini, memasuki usia 36 tahun, bagi Dwi Sapta adalah usia yang matang untuk memulai babak baru di bisnis periklanan. Untuk menjadi perusahaan yang besar dan dapat memperkuat posisi serta bersaing di pasar global, perlu suatu terobosan baru. Itulah mengapa Dwi Sapta Group memutuskan untuk melakukan merger dengan Dentsu Aegis Network—perusahaan yang berpusat di London ini membangun inovasi brand klien dengan layanan komunikasi kreatif.


(ki-ka) Maya Watono (CEO Dwi Sapta Group), Harris Thajeb (CEO Dentsu Aegis Network Indonesia), Adji Watono (Chairman & Founder Dwi Sapta Group), dan Dick Van Motman (CEO & Chairman Dentsu Aegis Network Southeast Asia)

“Melalui merger ini kami dapat mengetahui bagaimana iklim periklanan di dunia, belajar mengenai tools internasional dan bersinergi dengan klien untuk mendorong pertumbuhan regional dan internasional. Think global, act local,” ujar Adji Watono, Chairman & Founder Dwi Sapta Group. Hal ini sejalan dengan banyaknya klien lokal perusahaan yang mengekspor produknya ke luar negeri, seperti Mayora, Kalbe, Kino, dan lain-lain.

Lalu, setelah merger apa yang berbeda? Kedua perusahaan ini bergabung dengan share holdings 49 persen milik Dwi Sapta Group dan 51 persen adalah saham milik Dentsu Aegis Network. Merger ini sama artinya menggabungkan dua budaya perusahaan yang berbeda, sehingga perusahaan akan melakukan training kepada karyawan. Kemudian dari sisi bisnis, saat ini nilai sales hasil penggabungan sekitar Rp 3,5 triliun, di mana Rp 1,5 triliun milik Dwi Sapta Group dan Rp 2 triliun milik Dentsu.

Dari 11 perusahaan yang dimiliki Dwi Sapta Group, 8 perusahaan sudah turut bergabung, di antaranya Dwi Sapta dan Main Ad (advertising agency), DSP Media dan Main Media (media spesialis agency), Inexus (digital agency), BEE Activator (brand activation agency), Dwi Sapta PR (public relation agency), dan Dwi Sapta Research.

Selain itu tongkat kepemimpinan perusahaan diserahkan kepada Maya Watono (CEO Dwi Sapta Group), anak sulung Adji Watono yang sudah bergabung sejak tahun 2006 lalu. Sebelumnya Maya menjabat sebagai Managing Director Dwi Sapta Group. “Kami akan fokus di Asia dulu. Tahun ini adalah tahun integrasi, tahun 2018 kami akan mengeluarkan produk baru,” tegas Maya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)