Wall Street Journal Garap Pasar Indonesia

Koran Amerika Wall Street Journal (WSJ) mulai mencicipi jurnalisme Indonesia. Meski hanya versi online, WSJ percaya diri mendekati pembaca dalam bahasa Indonesia.

"Akan lebih mudah bagi kami menjadi bloodstream bagi pembaca Indonesia dengan menggunakan bahasa mereka," kata Almar Latour, Editor in Chief The Wall Street Journal & Dow Jones Newswires untuk Asia, "secara editorial, Indonesia memainkan peran yang sangat penting."

Senada dengan Almar, Patrick McDowell, Kepala Biro Asia Tenggawa The Wall Street Journal & Dow Jones Newswire Asia Tenggara, menjelaskan, "Indonesia sekarang dan tahun 1998 sudah sangat berbeda. Di kawasan Asia Tenggara pun Indonesia mulai memimpin bahkan dari sisi ekonomi."

"Keputusan WSJ masuk ke Indonesia terbilang berani, mengingat sebelumnya sudah banyak media asing masuk dan akhirnya menarik kembali jurnalis mereka," kata Jerome E. Wirawan, International Affairs Editor Media Indonesia dalam diskusi media.

Meski pasar media cetak masih sangat kuat, WSJ Bahasa Indonesia tidak berencana merambah ke versi tersebut. Sebaliknya, WSJ serius menggarap pasar digital melalui sosial media dan aplikasi mobile. "Kami terbuka dengan persaingan secara sehat

WSJ Indonesia secara resmi online sejak 8 Oktober 2012. Meski dikenal sebagai koran online berlangganan, WSJ belum menerapkan hal tersebut di versi Bahasa Indonesianya. WSJ Indonesia digawangi Armando Siahaan dan dijalankan oleh 10 jurnalis. Lima di antaranya adalah reporter yang telah tergabung dengan DowJones Newswires.

Sebelumnya WSJ telah menggunakan bahasa lokal di beberapa negara seperti India, Cina, Jepang, dan Korea. Secara global, WSJ digarap oleh lebih dari 2.000 jurnalis di 85 biro.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)