Wika Tandatangani 5 Kontrak di Sulut

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk kerja sama beberapa proyek infrastuktur, properti dan realty. Adapun kemitraan yang akan dilaksanakan terdiri dari berbagai proyek infrastruktur, properti dan realty di mana Wika dapat pula melakukan investasi di berbagai daerah di Sulawesi Utara. "Kami berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi untuk membangun perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara dengan cepat dan terpadu, "ujar Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara.

"Salah satu kerja sama yang kita harapkan dapat segera terealisasi segera adalah pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang di mana kami berharap Wika dapat bekerja sama dengan PLN dan BUMD Sulut untuk bersama-sama berinvestasi membangun PLTG di Bitung dan Likupang yang output listriknya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sulawesi Utara,” imbuh Olly.

Minggu 3 Februari 2017, Wika dan Pemerintah Sulawesi Utara menandatangani untuk pekerjaan pembangunan, pengembangan, dan investasi di Pelabuhan Bitung serta pelabuhan-pelabuhan lainnya di Sulawesi Utara, di daerah pantai dan kawasan-kawasan komersial di daerah Manado, Bitung dan Likupang, termasuk investasi dan pembangunan PLTG 2x100MW di Bitung dan 2x200MW di Likupang.

"Kami siap berinvestasi untuk pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang. Kami siap bekerjasama dengan PLN dan BUMD Sulut. Kami sudah sangat berpengalaman membangun PLTG dan yakin bahwa kami bisa menyelesaikan PLTG tersebut kurang dari 1 tahun setelah kontrak beres. Untuk pembangunan infrastruktur kami juga turut berinvestasi di jalan tol ManadoBitung dan sedang membangun bendungan Kuwil yang baru saja ditinjau oleh Presiden Jokowi. Intinya kami memiliki kemampuan, baik personil maupun kapasitas yang lebih dari cukup untuk merealisasikan hal tersebut di Sulawesi Utara,” ujar Bintang Perbowo, Direktur Utama Wika.

Saat ditanya mengenai kesiapan keuangan Wika untuk merealisasikan berbagai kerjasama tersebut, Direktur Keuangan Wika, Steve Kosasih, mengatakan bahwa saat ini Wika memiliki kemampuan lebih dari cukup. "Kami baru saja selesai melakukan rights issue dan memperoleh suntikan modal sebesar Rp6,15 Triliun. Dari hasil rights issue yang sebagian besar merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp4 Triliun, serta dari leverage atas dana tersebut, kami diharapkan memprioritaskan pembangunan maupun investasi di sektor infrastruktur, terutama yang merupakan program prioritas pemerintah kerjasama yang ditanda-tangani hari ini memenuhi kriteria tersebut.

“Kebetulan kami diizinkan merealokasi peruntukan PMN selama itu untuk menunjang program pemerintah. Kami akan kaji ini secara internal dan akan kami informasikan segera, karena kami membutuhkan persetujuan DPR serta Kementerian BUMN untuk hal ini. Namun kemampuan keuangan kami pasti lebih dari cukup, apalagi ditunjang dengan pencapaian laba yang menembus rekor tertinggi di akhir tahun 2016," jelas Kosasih.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)