Wings Food Fokuskan Insight Tiap Produk

Mie Sedap sukses menggarap ceruk pasar mie instan sejak kemunculannya di tahun 2003. Group Head Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama, Aristo Kristandy mengatakan, strategi perseroan adalah menanamkan insight dari setiap produk sesuai keinginan masyarakat. Dengan begitu, konsumen juga akan setia terhadap produk Wings Food.

“Ada beberapa cara yang kami lakukan, yakni dengan strategi kampanye dan aktivasi merek. Kami selalu menggunakan tema-tema yang masuk dengan insight dari konsumen,” katanya.

Ia mencontohkan, penggunaan ungkapan “Mana Indonesiamu?” saat kampanye produk Teh Javana. Perseroan menggunakan brand “Soal rasa lidah nggak bisa bohong”. Produk yang dilempar ke pasar pun disiapkan untuk menyasar seluruh kalangan masyarakat.

“Harga kami bersaing. Namun, tidak berarti kualitas produk kami No 2. Misalnya, di kemasan minuman Floridina, pesaing punya harga sekitar Rp 5.000- Rp 6.000 di pasaran. Kami memberi banderol Rp 3.000. Tapi, tetap bahan nomor satu,” katanya.

roup Head Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama, Aristo Kristandy roup Head Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama, Aristo Kristandy

Menurut Aristo, perseroan mengantisipasinya dengan menekan biaya di pengemasan dengan cara memusatkan seluruh kegiatan tersebut di Indonesia. Pola distribusinya juga dilakukan secara efisien. Misalnya, diskon untuk distributor hanya diberikan di saat-saat tertentu.

“Kami juga punya trade promotion strategy. Karena segmentasinya berbeda, promosi dilakukan dengan berbagai cara sesuai produknya. Contoh, kami distribusikan mie rasa kari ke Sumatra karena itu yang paling banyak dicari. Strategi ini berhasil,” katanya.

Untuk kategori makanan, Indonesia adalah negara terbesar kedua pengonsumsi mie instan di dunia. Kebutuhannya sekitar 1,5 miliar bungkus per tahun sedangkan untuk minuman, pertumbuhannya 15% pertahun.

“Karakteristik masyarakat Indonesia, akan mencari makanan dan minuman saat masuk ke supermarket. Ini adalah peluang emas. Kebutuhan teh di Indonesia sekitar 15%. Namun, dalam 3 bulan, penjualannya jauh lebih besar,” katanya.

Aristo menjelaskan, peluncuran Mie Sedap dilakukan setelah melihat peluang pasar yang bagus. Kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi mie instan sangat tinggi. Konsumsi mie instan tumbuh minimal 2% pertahun. Sayang, jumlah pelaku industrinya stagnan.

Untuk memenangi persaingan, lanjut dia, perseroan harus siap bersaing di sisi distribusi, harga, inovasi dan ketersediaan produk. Dia yakin Wings Food dapat melakukannya karena menomorsatukan kualitas untuk setiap produknya.

“Apalagi di pasar lokal karena yang kami jual dalam setiap produk adalah kualitas. Kami juga mengetahui kondisi pasar. Merek-merek Wings bermunculan berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya. (Reportase: Rizky Chandra Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)