Zurich Ikutan Incar 'Kue' Asuransi Indonesia

Di Indonesia, sekitar 42 perusahaan mengincar pasar asuransi yang cukup mengiurkan mengingat penetrasi asuransi hanya 2%. Tak terkecuali, Zurich Financial Services Group, perusahaan asal Swiss. Menggandeng Mayapada Group, perusahaan dengan bendera 'PT Zurich Topas Life' mengincar posisi lima sampai 10 perusahaan asuransi papan atas di Indonesia.

Ada lima value yang didengungkan oleh Zurich Financial Services Group yaitu integritas, berpusat pada kepentingan konsumen, sustainable value creation, excellence dan team work. “Tidak hanya di kantor pusat, kantor cabang Zurich pun menerapkan nilai yang sama. Diharapkan, dengan menjunjung nilai tersebut, masyarakat dapat menaruh kepercayaan kepada kami dan menyadari kualitas layanan kami,” kata Chief Marketing Officer Zurich Global Life untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, Brandon Caneer, Zurich sebenarnya adai di Indonesia sejak 1991 di bawah bendera Zurich Insurance Indonesia. Namun sekarang, Zurich menggandeng Group Mayapada dan turut 'bermain' di pasar asuransi jiwa dengan nama PT Zurich Topas Life (ZTL). Mayapada sendiri memegang 20% ekuitas perusahaan. “Indonesia dipandang Zurich sebagai pasar yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Kekuatan dan pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan porsi kalangan menengah dan kebutuhan berasuransi. Di sisi lain, saat ini, penetrasi asuransi masih sangat rendah. Tentu, kesempatan kami untuk berekspansi di pasar ini sangat besar,” kata Chief Executive Officer ZTL, Oemin Handajanto.

'Kue' asuransi di Indonesia, dinilai Oemin, sangatlah besar. Sebagai tolak ukur, pertumbuhan rata-rata premi asuransi jikwa di Indonesia pada 2003 hingga 2008 sekitar 28%-29%. Bahkan, di 2012, pertumbuhan bisa mencapai 30%. Berdasarkan data yang disebutkan Zurich, di 2009, permi asuransi jiwa di Indonesia mencapai Rp 75,98%. “Tak hanya itu, dari 250 juta penduduk di Indonesia, hanya 2% yang memiliki produk asuransi. Kalau pangsa pasar ibaratnya kue maka kue ini belum banyak yang diambil. Bukan soal rebutan. Kuenya sudah ada di meja tapi belum di makan,” kata Oemin sambil tertawa.

Saat ini, ZTL memang berfokus pada ritel dengan memanfaatkan jalur bank insurance melalui Bank Mayapada dan juga menanfaatkan telemarketing. Perusahaan menargetkan kalangan menengah yang berusia 30 tahunan dan kemungkinan besar telah menikah. “Produk asuansi yang paling diminati di Indonesia adalah produk kombinasi antara proteksi dan investasi. Karena itu, kami menawarkan produk yang sesuai kebutuhan,” kata Oemin lagi.

Ada beberapa strategi yang dilakukan Zurich. Pertama, melakukan integrasi antara masyarakat, produk, layanan, distirbutor dan customer. Kedua, memahami kebutuhan masyarakat. Berdasarkan riset internal Zurich, konsumen Indonesia menginginkan produk asuransi yang tidak berbelit-belit (simplicity), informasi yang jelas, bukan pemaksaan serta kepastian (surely). Terakhir, membangun brand di kalangan media.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)