Marketing Outlook 2020 dan Strategi Menghadapinya

Sejak beberapa tahun terakhir ancaman disrupsi sudah melanda berbagai sektor industri. Setidaknya ada 3 jenis pergeseran besar, yakni Digital Disruption, Millenial Disruption, dan Leisure Disruption. Hal ini juga yang akan terus terjadi pada tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh Yuswohady, pakar marketing dari Inventure Consulting, dalam seminarnya di Gedung BRI, Jakarta. Ia mengatakan ada 10 Broken Industry, yang satu persatu masuk ke radar disrupsi, yaitu Industri Media, Retail, Travel, Financial Services, F&B, Education, Automotive, Health & Beauty Care, Property, Energy.

Menurutnya, ada pola the Fall and the Rise pada setiap sektor tersebut. Di mana banyak bentuk produk mengalami lompatan (leap) ke bentuk baru akibat gelombang disrupsi. Seperti misalnya, koran/majalah dan toko buku dengan kehadiran sumber informasi di digital atau media sosial, televisi dengan kehadiran streaming services, toko retail dengan kehadiran online shopping, agen travel dengan kehadiran agen akomodasi online, lalu dari edukasi ada bimbingan belajar online, dan lain sebagainya.

“Lompatan ini tidak berjalan sekejap, tetapi bertahap dan sudah mulai dari kemarin karena mengadopsinya butuh waktu, makanya ada yang fall dan ada yang rise,” ujar Yuswohady.

Berbagai fenomena tersebut, lanjut Yuswohady, juga menjadi pertanda bahwa setiap produsen wajib mempunyai pelanggan milenial. Walaupun uang paling banyak berada di generasi X tetapi kalau tidak memiliki customer milenial maka bisnisnya akan mati.

Maka menurutnya ada 7 strategi lompatan agar bisa beradaptasi di era disrupsi saat ini. Pertama adalah Unlearn. Di tengah disrupsi, mindset yang diperlukan bukanlah “tahu semuanya”, tapi justru sebaliknya “tak tahu semuanya”. Ia menjelaskan bahwa kita perlu mengosongkan hal-hal usang yang selama berpuluh tahun kita ketahui dan kita yakini kebenarannya.

Kedua, Avoid FoD (Fear of Disruption). Ketiga, Reframe the Old Mindset. Keempat, Reskill for Future Digital Competencies. Kelima, Reinvent Your Industry. Keenam, Think Like a Millenial. Ketujuh, Leisurize Your Business.

“Marketing bukan hanya masalah strategi, tetapi yang lebih penting adalah melihat pergeseran konsumer arahnya ke mana. Marketing harus menyasar emosi/perasaan konsumer”, ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)