190 Negara Hadir di IFEX 2017

Untuk yang ke-3 kalinya Indonesia International Furniture Expo (IFEX ), pameran mebel internasional digelar di JIExpo Kemayoran. Acara ini dihadiri oleh sekitar 10.000 buyers lokal dan mancanegara. Loyalitas peserta dan kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci kesuksesan penyelenggaran IFEX. Sebanyak 190 negara berpartisipasi, dan  China menjadi pengunjung terbanyak, disusul Australia, Amerika, India, dan Belanda. Melihat peluang pasar Asia, IFEX menargetkan untuk meningkatkan kerja sama regional di Asia, khususnya India dan China untuk memaksimalkan potensi pasar pada gelaran mendatang.

“Kami berharap ke depannya IFEX bisa terus berkembang lebih besar lagi. Penyelenggaran ini tentu tidak hanya menguntungkan bagi pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia, tetapi juga bisa meningkatkan perekonomian indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum Bidang Promosi & Pemasaran, HIMKI, Bernadus Arwin.

Gelaran yang rutin diselenggarakan sejak 2014 ini, menjadi tempat rujukan bagi para pembeli mancanegara yang tengah mencari produk mebel dan kerajinan dengan inovasi terbaru. Pameran itu diharapkan dapat menjadi pameran penghubung di kawasan regional Asia Tenggara “Pembeli mancanegara nantinya tidak perlu datang ke seluruh negara di kawasan Asia Tenggara, tetapi cukup ke Indonesia karena seluruh produk yang dicari sudah tersedia di pameran ini,” tambahnya.

Kreativitas dan teknologi menjadi kunci dalam industri mebel dan kerajinan Indonesia agar nanti bisa tumbuh dengan baik. Kreativitas juga berhubungan erat dengan selera pasar di mana para desainer dituntut untuk menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar. Peran teknologi juga mendukung pertumbuhan industri mebel. “Perubahan tren di industri furniture terjadi dengan cepat dan para pelaku bisnis dituntut untuk mampu mengikuti perubahan ini,” dia menegaskan.

Transaksi on the spot mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 270 uuta dan tahun ini US$ 300 juta. IFEX menargetkan total transaksi tahun 2017 ini senilai US$ 2 miliar dan mematok angka US$ 5 miliar pada gelaran IFEX 2 tahun mendatang.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Wine

Suatu senja di sebuah ballroom hotel bintang lima, Jakarta. Para tamu, laki-laki dan perempuan, berbusana necis dan wangi memenuhi ruang...

Close