6 Faktor Saat Memilih Agensi yang Tepat

Kebutuhan pemasaran yang serba digital membuat brand tidak bisa hanya hadir, tetapi juga harus unggul di berbagai channel dan funnel

Pada bulan Oktober sampai Desember, biasanya pemilik brand mulai mencari agensi untuk membantu mereka dalam membangun merek di tahun berikutnya. Tahun ini mungkin berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tantangan yang akan dihadapi jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumya. Pemilik merek dan agensi harus menyusun strategi yang paling mumpuni agar bisnis dan merek dapat terus berkembang di tahun depan.

Yuwi Anjaya , Business Director di Red Communication, memberikan tips enam faktor yang harus pertimbangkan oleh pemilik merek saat memilih agensi dalam membangun merek. Pertama, pola pikir. Temukan agensi yang memiliki pola pikir akan perubahan konstan dalam beradaptasi dengan masa depan. Ini akan membantu kita dalam menginvestasikan anggaran pemasaran tidak hanya untuk apa yang dibutuhkan saat ini, tetapi juga di masa depan. Banyak agensi yang berpandangan sempit dan tidak mempertimbangkan untuk membangun merek jangka panjang, dan hanya berfokus pada kampanye-kampanye jangka pendek.

Kedua, solusi yang menyeluruh. Saat ini, kebutuhan pemasaran di dunia yang serba digital membuat brand tidak bisa hanya hadir, tetapi juga harus unggul di berbagai channel dan funnel. “Jika kita mendapatkannya dari beberapa agensi, maka kemungkinan untuk ‘lost in translation’ akan semakin tinggi. Khusus untuk digital marketing, keahlian tim yang komprehensif di satu agensi yang sama akan membantu mengorkestra pendekatan dan pengukuran terpadu yang akan dilakukan dalam upaya pemasaran digital,” jelas Yuwi.

Ketiga, pengalaman beragam. Tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman. Agensi dengan segmen pasar dan pengalaman industri yang beragam memiliki insight berharga yang akan menghindarkan Anda dari kesalahan yang sama yang dilakukan merek lain. Pengalaman mereka akan menjadi salah satu aset yang akan menghemat biaya. Tidak hanya biaya, waktu dan tenaga akan jauh lebih efisien dengan lebih banyak pengalaman yang mereka miliki.

Keempat, budaya. Beberapa orang menyebutnya 'chemistry'. Tapi 'chemistry' hanya bisa terjadi jika budaya cara kita bekerja dan berkomunikasi selaras dengan budaya agensi. Cari tahu bagaimana agensi memperlakukan rekan kerja dan orang lain. Itu adalah salah satu indikator yang baik untuk mengetahui bagaimana agensi akan memperlakukan kita nanti ketika keadaan menjadi sulit. Untuk memastikan, coba hubungi klien lama mereka dan tanyakan tentang pengalaman mereka. Hasil dapat bervariasi dari satu proyek ke proyek lainnya, tetapi prosesnya biasanya serupa.

Kelima,biaya. Biaya bukan masalah seberapa mahal atau terjangkau hal tersebut untuk kita. Namun, bagaimana agensi mengenakan biaya adalah salah satu faktor untuk diketahui sebelum memutuskan memilih agensi. Biaya retainer dengan biaya ad-hoc, biaya per proyek, atau berbasis kinerja, semuanya bergantung pada bagaimana pemilik brand ingin terlibat, bertanggung jawab dalam tujuan dan peran pemasaran yang lebih luas (atau lebih sempit). Ini bukan tentang mempekerjakan orang dengan biaya yang paling terjangkau, tetapi lebih banyak tentang value yang ingin diperoleh dari biaya yang dikeluarkan.

Keenam, metode. Agensi adalah bisnis jasa. Ini berarti proses adalah salah satu aspek terpenting yang akan berpengaruh pada output yang akan dihasilkan nanti. Bagaimana agensi menyusun strategi dan ide kreatif untuk menjawab tantangan yang dihadapi merek kita, akan memberi gambaran sekilas tentang apa yang diharapkan dalam hubungan Anda dengan mereka. Apakah mereka menggunakan data? Apakah materi iklan mereka hanya berfokus untuk memenangkan penghargaan? Setiap merek memiliki tantangan yang berbeda yang menuntut proses berbeda untuk memecahkannya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)