AccorHotels Target Kembangkan Jaringan 200 Hotel

Lebih dari 20 tahun sudah, AccorHotels hadir di Indonesia. Mereka kini telah mengoperasikan lebih dari 100 hotel di 33 kota di negeri yang indah ini. Hingga 2020 mendatang, mereka menargetkan memiliki jaringan 200 hotel. Garth Simmons, Chief Operating Officer AccorHotels, untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sepanjang 2016 lalu, ada lebih dari 10 hotel dibuka dan diperkenalkan dengan merek AccorHotels di Indonesia.

"Yakni, Grand Mercure Medan, Novotel Pekanbaru, Novotel Bali Ngurah Rai Airport, Novotel Bukittinggi, Mercure Manado Tateli Beach Resort, Mercure Jakarta Cikini, ibis Styles Jakarta Sunter, ibis Styles Bali Petitenget, ibis Styles Bogor Raya, ibis Jakarta Harmoni, ibis Manado City Center Boulevard, ibis Bali Legian Street, ibis Budget Surabaya HR Muhammad," katanya.

Garth Simmons, COO AccorHotels Malaysia, Indonesia dan Singapura.

Di pertengahan 2016, lanjut dia, AccorHotels telah mengumumkan finalisasi akuisisi atas Grup FRHI dan mulai mengelola merek prestisius dunia, Raffles, Fairmont dan Swissotel untuk kemudian dikonsolidasi dalam kategori merek luxury-upscale bersama Sofitel, MGallery by Sofitel, Pullman serta Grand Mercure. Mereka tercatat mengelola lebih dari 4.000 unit hotel dan resor serta lebih dari 2.500 koleksi hunian mewah di seluruh dunia, di 95 negara.

"Kondisi ekonomi global mempengaruhi tingkat pertumbuhan bisnis, namun demikian di tahun lalu AccorHotels mencapai hasil positif dengan jumlah kamar dari banyaknya hotel yang dikelola. Selain dominasi market domestik, peningkatan tamu internasional juga cukup siginifikan di beberapa daerah, seperti Bali dan juga Sulawesi Utara," katanya.

Simmons menilai bisnis perhotelan masih akan menarik pada 2017 dan tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan kenaikan wisatawan asing hingga dua kali lipat, yakni 20 juta hingga 2019 mendatang. Upaya Pemerintah untuk mencapai target dan menarik minat para tamu asing untuk datang ke Indonesia akan berfokus pada peningkatan infrastruktur termasuk teknologi informasi dan komunikasi, akses, kesehatan dan kebersihan, serta kebijakan visa gratis bagi turis dari 169 negara.

"Upaya-upaya tersebut akan menambah nilah positif terhadap pariwisata Indonesia dan kami optimis dengan pertumbuhan bisnis di masa mendatang, dimana akan diperlukan cukup banyak inventori kamar dan jumlah hotel, khususnya di daerah destinasi wisata untuk menarik pasar domestik dan internasional," kata dia. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)