Ambisi Cindyanto Kristian Lejitkan Bisnis Sunpride

Cindyanto Kristian, Direktur Operasional PT Sewu Segar Nusantara (SSN).
Cindyanto Kristian, Direktur Operasional PT Sewu Segar Nusantara (SSN).

Perjalanan karier Cindyanto Kristian tidak jauh-jauh dari urusan ekspor. Cindyanto, yang sejak 2019 menjabat sebagai Direktur Operasional PT Sewu Segar Nusantara (SSN), mengemban tugas untuk meningkatkan laju ekspor dan memperkuat pangsa pasar domestik SSN di industri buah-buahan.

SSN adalah distributor dan pemasar buah-buahan bermerek Sunpride. Perusahaan ini mengekspor nanas, pisang cavendish, serta jambu kristal ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah serta ke Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Sebelum berlabuh di perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Gunung Sewu ini, Cindyanto pernah berkarier sebagai Direktur di PT Mutistrada Arah Sarana Tbk., pada 2017 hingga Mei 2019. Tugasnya adalah mengembangkan jaringan ritel, terutama pasar ekspor, sekaligus memastikan seluruh kegiatan operasi Multistrada berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Cindy, demikian sapaan akrab Cindyanto, memulai karier sebagai eksekutif perusahaan tatkala bekerja di PT Sayap Mas Utama di tahun 2001-2008, dengan posisi terakhir sebagai Country Manager of Philippines. Kemudian, ia hijrah ke PT Sinarmas Agro Resources & Technology Tbk. (2008-2013) sebagai Kepala Pemasaran Internasional, dan berkiprah di Multistrada sebagai Deputi Direktur Bisnis Internasional (2013-2017).

Menilik rekam jejaknya itu, Cindy mendalami rantai pasok ekspor di berbagai industri. Tidaklah mengherankan, ia dipercaya menduduki Chief Operating Officer SSN. “Goal saya adalah SSN harus mampu mendisrupsi industri buah-buahan yang selama ini sangat berbasis komoditas, pricing sensitive, dan supply chain yang sangat challenging,” ungkapnya.

Untuk mencapai tujuan itu, Cindy menyebutkan bahwa SSN sedang menyiapkan sistem blockchain yang nantinya mendisrupsi model bisnis, membangun infrastruktur teknologi informasi untuk memudahkan kolaborasi digital di platform digital perusahaan. “Hal ini sangat penting untuk membangun bisnis yang sustainable dan agile di saat seperti ini,” katanya.

Wajah bisnis SSN, menurut Cindy, sedang bergerak lincah, gencar melakukan digitalisasi di proses bisnis dan bertransformasi ke model bisnis baru yang berbasis data. “Kami juga memberikan kesempatan kepada karyawan dari generasi milenial untuk menduduki posisii kunci di perusahaan dan memacu mereka untuk melakukan terobosan-terobosan baru,” kata Cindy yang merampungkan kuliah S-2 dan meraih gelar MBA di Ateneo de Manila and Regis University, Amerika Serikat, di tahun 2004.

Dikatakan Cindy, SSN pun memberdayakan pegawai perempuan seiring dengan banyaknya eksekutif wanita yang berkiprah di perusahaan ini. “Mereka menjadi backbone kami untuk lebih mengenal dan memahami keinginan konsumen,” ungkapmya.

Kampanye pemasaran Sunpride disesuaikan dengan pola perilaku konsumen serta berkolaborasi dengan peritel dan reseller. Sebagai contoh, SSN baru-baru ini mengaktivasi program pemasaran #SunprideSuperpoin. “Kami mengajak anak-anak muda, kaum milenial, tidak hanya hidup sehat dengan buah, tapi juga kami encourage anak-anak muda untuk keep buy and eat fruit, dan kami menyediakan hadiah-hadiah menarik buat memotivasi mereka menjalankan pola hidup sehat,” Cindy menerangkan. Pada program ini, Sunpride menyiapkan aplikasi untuk memantau kebutuhan mineral dan vitamin konsumen yang bisa dipersonalisasi.

Dari segi produksi, Cindy mengembangkan Sunpride sebagai jenama (brand) buah-buahan berkualitas premium. Pïhaknya konsisten memilih benih buah-buahan yang ditanam di kebun. Setelah dipanen, buah akan didistribusikan ke pasar modern, tradisional, dan toko dalam jaringan (marketplace). Di Indonesia, buah-buahan bermerek Sunpride yang dijual SSN adalah pisang cavendish, jambu kristal tanpa biji, nanas honi, pepaya california, golden melon, honey melon, apel fuji, atau pear golden.

Buah-buahan Sunpride yang ditanam di kebun SSN ini bebas pestisida, herbisida, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. “Pengakuan dan sertifikasi internasional dari Global GAP (Good Agriculture Practises) menjadi salah satu tolok ukur kami menjaga kualitas buah Sunpride, ” kata Cindy.

Saat ini, pihaknya mengampanyekan #thinkbeforeyoupick movement. “Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan asupan gizi terbaik dan sehat dari buah-buahan pilihan dari kami,” tutur peraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 1997 ini.

SSN yang berdiri sejak 1995 memiliki perkebunan seluas 35.000 hektare di Lampung dan 5.000 ha di Blitar, Jawa Timur. Juga bermitra dengan petani lokal di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Ja-Tim untuk memasok aneka ragam buah-buahan. "Para kelompok tani kami berdayakan secara berkesinambungan dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan ilmu agronomi cara menanam yang baik, dan berbagai best practice menanam, serta mengelola buah dengan baik agar kualitasnya mendekati atau sama dengan Sunpride,” Cindy menjelaskan.

SSN pun menjalin kemitraan dengan pemasar merek buah internasional. Antara lain, Zespri, pemasar buah kiwi dari Selandia Baru. (*)

Herning Banirestu & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)