Gamaland Garap Apartemen Baru di Cempaka Putih

Gamaland  (Gama Corp) meluncurkan proyek hunian apartemen di kawasan Cempaka Putih dengan nama Arandra Residence. Lokasinya mengakusisi lokasi yang sebelumnya dimiliki oleh Bahama Residence (2013) yang tidak diteruskan pembangunannya. Dengan nilai investasi lebih dari Rp 3,5 triliun dan di atas lahan seluas 2,7 hektar proyek hunian vertikal tersebut ditargetkan akan mulai ground breaking pada awal tahun depan dan serah terima pada 2019. Aparteman yang menyasar segmen menengah ke atas ini dilengkapi dengan fasilitas sosial yang luas. Gamaland menyiapkan lebih dari 3000 m2 untuk fasiitas sosial. Sementara yang akan dibangun sebagai area residensial mencapai 24 ribu m2.

Gamalama ki-ka: Dicky Iksan Soetikno (Direktur Gamaland), Ronald Cassidy Yusuf (Direktur Pemasaran MJO)

“Selain berada di posisi yang strategis dan nyaman buat hunian, Arandra ini kami sediakan bagi penghuni  semi private lift. Jadi setiap empat unit kami sediakan satu lift. Biasanya di apartemen lain, satu lift buat bersama-sama,” kata Dicky Iksan Soetikno, Direktur Gamaland.

Arandra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti tentrem, merdeka, bahagia dan sempurna. Mengikuti namanya, Arandra dibangun lima tower: Tower Prosperity (kemakmuran), Tower Bliss (Kebahagiaan), Tower Paragon (Kesempuranaan), Tower Serenity (Ketentraman) dan Tower Liberty (Kebebasan). Untuk tahap awal dibangun Tower Prosperity dulu sebanyak 368 unit dan 23 lantai. Proyek ini akan dijual dengan harga Rp 25 juta per meterpersegi untuk 30 unit awal yang ditawarkan. Setiap 30 unit terjual, harga per meter persegi naik Rp 250 ribu.

Arandra Residence merupakan konsep arsitektur modern yang dirancang oleh PiterGan. “Kami membuat konsep apartemen yang ramah bagi anak-anak. Selama ini pengembang hanya memperhatikan kebutuhan orang dewasa dalam setiap project-nya. Tapi di sini, kami menyediakan fasilitas lebih bagi anak-anak,” dia mengklaim. Salah satu kelebihan itu adalah kehadiran sarana pusat pendidikan mulai preschool, kindergarten, kursus-kursus dan banyak fasilitas pendukung kreatifitas anak-anak lainnya.

“Kami berharap, anak-anak tidak perlu kelelahan untuk mengikuti les dan kursus di luar lingkungan hunian mereka karena jauhnya perjalanan, cukup di lingkungan apartemen mereka bisa dapatkan itu. Ketika anak berinteraksi, diharapkan orang tua mereka juga berinteraksi. Ini yang kami ingin ciptakan hunian apartemen yang hangat,” jelasnya.

Ronald Cassidy Yusuf, Direktur Pemasaran MJO, konsultan properti lokal, mengatakan optimismenya pada industri properti tahun depan. Keyakinannya ini berdasarkan analisanya pada perkembangan penyelesaian pembangunan infrastruktur di 2016. “Ekonomi memang sedang menurun, global juga, tapi saya yakin tahun depan properti akan masuk pada titik balik. APBN kita telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk perumahan rakyat. Infrastruktur yang sedang dibangun dalam penyelesaian,” tuturnya.

Menurut pria yang pernah berkarier di Standard Chartered Bank ini, untuk kawasan Arandra Residence dibangun diperkirakan saat ini investment yield yang bisa diraih sekitar 8-9,5 persen. Karena pembangunan atau ground breaking dimulai tahun 2016 dan serah terima pada 2019, diperkirakan investment yield saat serah terima akan mencapai 12,5 persen. “Capital gain diperkirakan sekitar 30 persen per tahun,” tuturnya.

Gamaland sendiri meski baru 3 tahun berdiri, sebenarnya sudah memulai  sejak 2006. Proyek pertamanya di Pekanbaru untuk rumah tinggal. Meski tidak terlalu sukses karena hanya separuh dari unit yang ada yang terjual, tapi hal itu tidak mengurungkan grup ini mengembangkan diri di industri properti. Proyek lain yang dikerjakan mereka antaranya Bekasi Industrial Estate, Bojonegara Industrial Estate, Bizpark Commercial Estate, Sicanang Industrial Estate, JW Marriot Medan, Amarterra M Gallery Nusa Dua bali by Sofitel, Westin Jakarta dan sebagainya.

Gamaland juga menggarap pasar  Australia. Gamaland adalah pemilik dari Aviva Tower di Inggris dan bangunan dari Australian Post di Sydney. Banyaknya proyek besar yang mereka bangun, dikatakan Dicky semua dari dana sendiri. Pihaknya mengaku serius dalam mengembangkan bisnis properti di masa depan, bukan saja menyasar segmen menengah atas, tapi juga ke menengah bawah. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)