Astra Otoparts Terus Memperkuat Brand ke Mancanegara

PT Astra Otoparts, Tbk. (AOP) telah melakukan eskpor ke lebih dari 30 negara tujuan. Negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah serta Asia dan Afrika menjadi tujuannya. Produsen komponen otomotif yang sahamnya di bursa menggunakan kode AUTO ini mengaku dapat cukup bersaing di mancanegara. “Yang paling besar, di Dubai, Malaysia, dan Etiopia,” ujar Selvi Xu, Marketing Manager International Marketing Division Astra Otoparts, kepada Sigit A. Nugroho.

Selain negara-negara tersebut, AOP juga melakukan penetrasi ke negara baru seperti Cina, Togo, Namimbia, Kenya, dan Korea Selatan. Selvi menuturkan, AOP telah membukukan ekspor senilai US$ 68 juta pada tahun 2012. Target ekspor tahun ini dipatok pada angka US$ 75 juta.

astra otoparts

Selvi mengaku, tantangan untuk menjual produk di negeri asing cukup banyak. Tiap negara punya karakteristik yang berbeda. Misalnya di Asia, tantangannya adalah kuatnya kompetisi. Banyak pemain komponenen besar berkuasa, seperti di Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Kalau di Timur Tengah, situasi politik menjadi tantangan tersendiri. Kondisi negara yang tidak stabil seperti perang memerlukan strategi khusus untuk menghadapinya. “Udah gitu dokumentasinya lebih ruwet dibanding Asia,” katanya.

Sementara itu, ekspor di Afrika tantangannya lebih banyak berkaitan dengan payment. Seringkali negara-negara di Afrika melakukan limitasi terhadap foreign exchange. “Transaksi keuangan di bank-nya agak susah,” jelas dia.

Tentu saja, AOP harus jeli merumuskan solusi agar ekspor terus berjalan. Selvi mengaku pihaknya terus memperkuat brand. Tujuannya agar bisa bersaing dengan pemain di negara tujuan ekspor. Sementara untuk daerah Afrika, customer sekali membuka payment langsung dalam jumlah besar untuk beberapa shipment dikemudian hari. “Atau pembayaran melalui kantor customer yang berada di luar benua Afrika. Jadi lebih smooth,” tambah Selvi.

AOP juga aktif dalam berbagai kegiatan, di antaranya mengikuti Forum G-8 di Nigeria, pameran di Shanghai, Turki, dan negara Afrika Selatan. Untuk negara yang punya persaingan ketat, seperti Asia, AOP memperkuat brand di sana. “Membangun brand di luar negeri butuh waktu bertahun-tahun,” kata dia.

Selvi menjelaskan, pihaknya hanya memilih satu agen untuk sebuah negara. Agen harus concern pada produk yang dibawa AOP. Selanjutnya, agen dibina dan diedukasi secara berkala. Tujuannya, agar agen berkomitmen penuh terhadap merek yang dibawa. Serta tahu positioning dari segmentasi sebuah brand. “Dan selain itu ya biasalah marketing activity seperti ATL BTL,” ujar dia. Misalya, AOP melakukan kunjungan pelanggan, dealer meeting, membuat awarding, dan pasang iklan di beberapa negara. AOP juga selalu mereview dan mengevaluasi agen-agennya setidaknya 3 bulan sekali. “Bahkan kami kunjungan ke mereka sebulan sekali —kalau itu di Asia,” tambah Selvi. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)