Asuransi Ini Gunakan Aplikasi Max Untuk Garap Millenial

Wakil Direktur Utama FWD Life Rudi Kamdani

Data demografi Indonesia menunjukkan saat ini setengah dari penduduk Indonesia berusia di bawah 40 tahun. Mereka ini disebut sebagai generasi langgas atau millenial.

Para pemasar dari bisnis-bisnis terkemuka pun sudah menyadari kelompok ini adalah masa depan pasar mereka. Beragam strategi diluncurkan guna mendapat perhatian dari kelompok ini.

Salah satunya adalah bisnis asuransi. PT Fwd Life Indonesia, asuransi jiwa berbasis digital ini juga termasuk salah satu yang cepat tanggap untuk menggarap kelompok pasar muda tersebut. Program customer engagement-nya diterjemahkan ke dalam aplikasi inovatif Fwd Max. Aplikasi ini akan membantu nasabah dan calon nasabah dengan support, information dan protection (SIP).

Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani, menjelaskan, inovasi yang berbasis teknologi ini diharapkan akan dapat mengekselerasi penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, terlebih saat ini terjadi pergeseran gaya hidup generasi muda yang melek teknologi. “Kalau kami masih pakai cara tradisional orang jadi malas berasuransi. Namun,  dengan aplikasi ini akan lebih fun, pasti akan lebih menarik,” ujarnya.

Selain itu, menurut Rudi, selama ini engagement antara perusahan asuransi dengan nasabah umumnya baru terjadi kalau ada klaim. Selama tidak ada klaim umumnya orang lupa kalau dia memiliki polis asuransi, bahkan bisa hilang polisnya. Dengan ada Fwd Max ini nasabah akan terus “didatangi” lewat smartphone, sehingga mereka akan tetap ingat. “Didatangi” dalam bentuk informasi seputar hal-hal yang berkaitan dengan hobinya, pekerjaannya, gaya hidup, kesehatan, dan sebagainya.

Tak hanya itu, lewat aplikasi ini juga nantinya para nasabah bisa bertanya apa saja dan kapan saja. Mereka yang belum menjadi nasabah pun bisa menggunakan aplikasi in untuk mendapat edukasi awal seputar asuransi jiwa.

“Bukan premi yang jadi target dari aplikasi ini, melainkan bagaiamana membangun kedekatan dan kelekatan dengan nasabah, misi kami adalah mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” jelas Rudi.

Seperti umumnya aplikasi yang berkembang belakangan ini, Fwd Max juga akan mengandalkan hasil data analytic untuk membaca apa saja yang dikerjakan nasabahnya, kebutuhannya, hobi dan ketertarikannya. “”Apa saja yang sedang hits akan diinfokan lewat aplikasi itu misalnya film, musik, kuliner, traveling dan olah raga,” ujar Rudi.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan  menunjukkan sepanjang Triwulan III-2017 pendapatan premi asuransi jiwa meningkat 20% (YoY) menjadi Rp139,27 triliun. Namun, penetrasi asuransi masih berada di angka 2,99% dari Produk Domestik Bruto  yang lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di wilayah Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang mencapai lebih dari 5%.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)