Avrist Kampanye Agar Terhindar dari Penyakit Kritis

Gaya hidup manusia modern saat ini memang cenderung tidak sehat. Ponsel pintar selalu digenggam membuat manusia kurang beristirahat. Padahal tubuh sehat terjaga itu penting agar terhindar dari penyakit kritis. Sayangnya banyak yang belum menyadari kebiasaan itu karena ketidakmengertian cara dan disiplin beristirahat memicu penyakit-penyakit kritis.

Kampanye disiplin hidup sehat dan beristirahat dengan baik disampaikan dalam siaran pers yang diterima SWA Online (15/11/2017). Dalam kesempatan ini presenter, aktris dan penyanyi Sophie Navita berbagi pandangannya tentang gaya hidup sehat dan terhindar dari penyakit kritis. "Masalahnya banyak dari kita tidak mengerti cara istirahat. Bayangkan bagaimana bisa kita hidup  dengan handphone terus dipegang dan memengaruhi seluruh kehidupan kita, tanpa istirahat. Padahal kesehatan itu semua dimulai dari pikiran," kata Sophie.

Dalam acara dengan tema Avrist Insurance Day: Healthy Self, Healthy Future itu hadir dokter Zainah Fitria dari Sahid Sahirman Memorial Hospital, dan Makki Ibrahim Kusuma, Operations Director PT Avrist Assurance, dan dibuka Burton Lai, Presiden Direktur PT Avrist Assurance

Sophie, yang juga penulis buku “Hati yang Gembira adalah Obat” ini mengaku sedih dengan begitu tergantungnya orang-orang saat ini dengan ponsel pintar, lupa bahwa dampak negatif ketergantungan pada smartphone itu berpangaruh pada kesehatan. Bahkan tangan yang menggenggam smartphone bisa mengubah bentuk tangan, leher dan punggung.

“Mau fit atau mau sehat? Mau fit tinggal pergi ke gym setiap hari, tapi belum tentu sehat ya. Saya sendiri meskipun terus menjaga kesehatan tapi tetap juga sakit. Itu sekali lagi dimulai dari pikiran,” sambungnya. Menurutnya, sebagai orang tua, dia dan Pongki Barata suaminya yang juga penyanyi menjaga disiplin hidup sehat dan istirahat demi masa depan anak-anaknya.

Dokter Zainah Fitria dari Sahid Sahirman Memorial Hospital, memaparkan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat setiap hari, serta bahaya penyakit penyakit kritis yang paling sering mengancam masyarakat di Indonesia. “Salah satu cara medis agar terhindar dan meminimalisir dari penyakit kritis adalah melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Tujuannya adalah melakukan tindakan tepat, cepat, dan efisien dari hasil pemeriksaan medis sehingga tidak meningkat ke terminal lebih lanjut,” papar dr Zainah.

Burton Lai, Presiden Direktur PT Avrist Assurance berpendapat, penyakit kritis bukan sekadar berisiko tinggi terhadap jiwa seseorang tetapi memberikan beban dan risiko finansial yang cukup signifikan. Menurut catatan Kementerian Kesehatan periode Januari hingga Juni 2014, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus membiayai penyakit kritis yang menimpa sejumlah masyarakat Indonesia hingga mencapai Rp 5,27 triliun.

“Itu pun belum termasuk mereka yang dirawat tanpa menggunakan fasilitas asuransi dari BPJS Kesehatan. Inilah yang ingin kami gaungkan kembali kepada masyarakat Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai perusahaan jasa asuransi melalui acara Avrist Insurance Day: Healthy Self, Healthy Future,” ujar Burton Lai.

Besarnya biaya finansial yang harus ditanggung akibat penyakit kritis juga telah disadari oleh Avrist Assurance. Sejak tahun 1999, Avrist telah memiliki produk yang memberikan perlindungan terhadap 36 penyakit kritis yaitu Avrist Critical Guard. Mulai dari berbagai jenis kanker, stroke, jantung, tumor, luka bakar, hingga kehilangan pendengaran.

Yang menarik, Avrist Critical Guard ini memberikan manfaat dari penyakit kanker yang umum pada wanita, yaitu kanker serviks, kanker rahim, kanker payudara, dan kanker kulit. Avrist Critical Guard akan membantu meringankan beban finansial yang harus ditanggung keluarga dan diri Tertanggung dengan manfaat hingga Rp 500 juta yang terhitung sejak polis dikeluarkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)