Bagaimana Cara Perusahaan Gaet Kelas Menengah?

Perusahaan mana yang tak tergiur dengan market kelas menengah? Sangat sedikit, tampaknya, mengingat sekitar 48% dari total populasi merupakan masyarakat kelas menengah yang berkontribusi pada 44% total belanja fast moving consumer goods (FMCG). Bisa dibilang, konsumen kelas menengah merupakan 'penguasa' di industri ritel Indonesia.

Rumah tangga middle class fokus pada belanja barang yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka seperti produk elektronik, kecantikan dan kesehatan. “Mereka cenderung mengkombinasikan kenyamanan dan penawaran dari channel ritel tradisional yang menawarkan harga hemat dengan channel modern yang menawarkan keragaman produk,” kata Direktur Pengelola Nielsen Indonesia, Catherine Eddy.

Untuk menjangkau konsumen, televisi masih menjadi idola mengingat 95% masyarakat kelas menengah memiliki televisi dan 96% menonton televisi setiap hari. Selain itu, program olahraga yang terpopuler, diikuti oleh serial drama dan program hiburan. Meskipun, media tradisional seperti radio dan koran tetap diminati. Yang cukup menarik, keberadaan smartphone yang menawarkan media internet berkembang pesat karena konsumen dapat menonton video, akses internet serta jejaring sosial dalam satu perangkat.

Apalagi, hampir tiga-perempat dari konsumen middle class di kota besar (78%) memiliki mobile phone, dengan setengah mengatakan bahwa mereka menggunakan alat untuk mengakses internet. Masyarakat Indonesia pun kegandrungan jejaring sosial, terlihat dari 89% konsumen punya akun Facebook.

Untuk menjangkau kelas menengah, hal utama yang harus dilakukan adalah inovasi. Contohnya, kategori es krim, jumlah varian baru muncul sebanyak hampir 32%, dengan produk satuan menjadi mendongkrak penjualan. Kopi instan juga tumbuh dengan baik, dan konsumen middle class menyumbang 71% dari peningkatan volume dalam kategori ini. Sebaliknya, kategori dengan sedikit inovasi mencatat pertumbuhan yang lebih rendah.

Kedua, menggandeng kebutuhan keluarga secara keseluruhan. Konsumen di kalangan kelas menengah cukup bergantung pada lingkup keluarga, salah satunya keberadaan anak. Anak ternyata berperan besar dalam modern shopping. Berdasarkan studi Nielsen, 95% konsumen hampir tidak pernah menolak ajakan anak untuk ke minimarket.

Ketiga, penuhi kenyamanan konsumen. Kalangan middle class kini mulai berlomba dengan waktu karena tingginya tuntutan dalam lingkup pekerjaan dan keluarga. Produk yang membuat hidup mereka menjadi lebih mudah akan menjadi pemenang. Meskipun begitu, patut untuk tidak dilupakan bahwa kalangan menengah merupakan pembeli yang cerdas. Mereka mengetahui harga barang dan letak barang itu di toko. Karena itu, produsen harus menciptakan lingkungan dan berikan nilai lebih di toko untuk memenangkan kepercayaan mereka.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)