Bagaimana Memasarkan Brand Anda di Multi Kanal ?

Prihadiyanto, Managing Director Products Lead Accenture Indonesia

Bagaimana mengoptimalkan multi kanal untuk mempromosikan sebuah brand?. Menurut Prihadiyanto, Managing Director Products Lead Accenture Indonesia, zaman sekarang kalau para pemasar atau pemilik brand hanya mengandalkan kanal tradisional maka kurang efektif.

Kini, teknologi digital bisa membantu pemilik brand berinteraksi dengan pelanggannya dan membangun ikatan yang lebih kuat misalnya dengan website, aplikasi mobile, atau geo-location advertising. Selain itu, menurut Prihadiyanto, Indonesia sudah memiliki populasi generasi 'screenager' yang besar. “Mereka adalah generasi yang suka membuka beberpa layar sekaligus dalam gawainya, misalnya sambil ngobrol, kirim surat, belanja dan dengar musik sekaligus,” ujarnya. Perilaku ini harus ditangkap oleh pemilik brand untuk mengikat loyalitas mereka dengan cara yang tepat.

Bagaimana mempertahankan loyalitas pelanggan dari sebuah brand agar mereka kembali membeli brand tersebut atau mereka membantu mempromosikan ke teman atau kerabatnya. Kuncinya adalah bagaimana mengkombinasikan online dan offline untuk mempromosikan sebuah produk untuk meningkatkan loyalitas konsumen.

1. Ketika mempromosikan sebuah produk tidak bisa dipisahkan antara offline dan online. Sebaiknya tim pemasaran offline dan online tidak dipisah. Akan lebih baik jika keduanya bekerja sama. Sehingga pemasaran multi kanal sebagai pemasaran yang satu kesatuan seperti angka delapan yang tidak terputus, mengalir terus.

2. Put the right costumer experience. Jadi jangan hanya soal tampilan website atau aplikasinya saja, tetapi juga harus didukung dari back end-nya, seperti stok barang di gudang, sistem pembayaran dan ketepatan waktu pengiriman. Keseluruhan itu menentukan pengalaman apa yang akan diperoleh konsumen. Beberapa e-commerce yang gagal tidak lain adalah karena mereka hanya fokus pada customer frontnya saja sehingga pelanggan tidak mendapatkan pengalaman yang baik.

3. Memahami customer’s lifestyle. Jadi ada indirect message sehingga pelanggan menjadi merasa diperhatikan secara personal. Jadi tidak one size beats all.

4. Untuk Indonesia ada beberapa tantangan, intinya untuk membangun pemasaran multi kanal itu tidak bisa hanya dalam semalam. Harus bangun kepercayaan, lalu kebiasaan, baru kemudian mendapat loyalitas pelanggan, rata-rata lebih dari 1 tahun. Itu proses yang harus dijalani samapai mendapat loyalitas dari pelanggannya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)