Baju Marmer, Inovasi Baru di Dunia Mode

Dunia mode terus berkembang yang ditandai dengan inovasi-inovasi terbaru dalam rancangan setiap busana. Kini hadir kembali inovasi terbaru yang datang dari Kota Surabaya sebuah rancangan baju marmer yang merupakan kolaborasi antara kolektor batu alam, Peter S. Tjioe selaku owner MM Galleri Group dengan desainer muda Goergea Radji. Mereka bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya baru dengan yang memadukan batu alam kedalam rancangan gaun yang serba detail dan aplikatif.

20150604_194506_resized_1

Menurut Peter, marmer merupakan material yang memiliki keindahan untuk meningkatkan gairah yang berbeda didalam dunia mode bila diaplikasikan kedalam rancangan baju wanita maupun pria. Batu-batu yang berukuran besar dipotong – potong dengan berbagai bentuk hingga memiliki ketebalan 3 mm dan ditempel dengan lem khusus sehingga bisa terlihat indah dalam balutan busana.

“Marmer itu kan indah, kami aplikasikan ke dalam fashion akhirnya kita realisasikan dengan menggandeng desainer Goergea, dia yang mendesain jadi kami yang ngikutin tapi kami tahu batunya, yang punya teknologinya, akhirnya jadilah baju marmer ini,” ujarnya.

Di MM Galleri yang berada di Surabaya ini terdapat sedikitnya 300 jenis batu alam dari seluruh dunia dengan aneka motif untuk dijadikan bahan pintu, dinding, plafon, penyekat ruangan, aksesoris/dekorasi lainnya.

Pria kelahiran Surabaya menjelaskan bahwa bisnis batu alam ini tidak hanya digunakan untuk dinding atau lantai saja namun bisa diinovasikan dalam berbagai bentuk seperti saat ini baju marmer yang menjadi baju marmer pertama didunia sehingga batu-batu alam ini bisa menjadi suatu tren baru didunia mode. Ke depannya perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1992 ini akan terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk menjadikan daya tarik dalam bentuk rancangan busana wanita.

Saat ini ada tiga rancangan baju marmer hasil karya Goergia Radji berupa gaun wanita yang dipamerkan di Gedung Jakarta Convencition Center (JCC) yang terdiri gaun pengantin, cocktail dan ball gown. Gaun-gaun yang hanya dikerjakan dalam kurun waktu 3 minggu ini masing-masing memiliki berat mulai 5 kg hingga 13 kg. Menurut wanita kelahiran 1983 ini karya terbarunya tidak hanya menggunakan batu alam untuk memperindah busananya namun juga dihiasi oleh batu yang sedang digemari khalayak saat ini yaitu batu akik.

“Apa yang kami tampilkan ini memang merupakan tahap awal untuk dikembangkan lagi dengan mengusung ciptaan baru baju marmer,” ucap wanita lulusan Fakultas Elektro di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Rencananya bulan depan Goergea akan menampilkan karya terbarunya lagi dengan aplikasi-aplikasi batu alam yang lebih ringan dan mengkilau jika akan dikaloborasi dengan kekayaan alam lainnya . Untuk pemasaran sendiri Goergea akan mengeluarkan koleksi secara terbatas. Kedepannya dia berharap karyanya ini bisa memperoleh tempat di dunia mode dan menembus pasar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)