Bango Inspirasikan Ibu-ibu Membuat Hidangan Idul Adha

Kegiatan ekspedisi yang dilakukan Bango sudah mencapai 60%. Salah satu hasil dari ekspedisi tersebut adalah 18 menu hidangan daging kambing untuk menjadi menu pilihan di perayaan Idul Adha. Menu tersebut dapat dilihat di website dan facebook Bango. Melalui menu-menu tersebut, kini website Bango memiliki 3 jutaan pengunjung per bulan dan berhasil menaikkan fans di Facebook Bango dari 500ribu fans per 2013 menjadi 860ribu fans menurut data terakhir di 2014.

Bango, menu kambing

"Kemeriahan perayaan Idul Adha menjadi momen yang sangat identik dengan santapan hidangan daging kambing bersama keluarga tercinta. Sayangnya, untuk mewujudkan momen istimewa ini para ibu kerap kali menghadapi kendala, baik itu tantangan dalam mengolah daging kambing maupun terbatasnya inspirasi variasi menu kuliner kambing," kata Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango dari PT Unilever Indonesia Tbk.

Untuk itu, Bango berbagi rahasia kelezatan hidangan kambing nusantara ala legenda kuliner yang berasal dari tiga wilayah Indonesia untuk menginspirasi para ibu dalam menyiapkan hidangan kambing yang lezat.

Menu baru hidangan kambing ini menambah koleksi menu Bango yang kini mencapai 1500 menu. Tiga menu khusus Idul Adha adalah Sate Matang RM Cita Rasa (Aceh), Rabeg Khas H. Naswi RM Magersari (Banten) dan Kambing Bakar Balanga RM Diva (Gorontalo), yang masing-masing mewakilkan wilayah Barat, Tengah dan Timur Nusantara. Bango menargetkan dapat mencakup 80% menu asli Indonesia yang merupakan menu legenda dan telah menjadi turun temurun.

"Saat dalam perjalanan ekspedisi, kami menemukan bahwa hampir seluruh wilayah Nusantara memiliki kuliner kambing yang khas, baik itu untuk dinikmati sehari-hari maupun dihadirkan pada momen perayaan khusus," jelas Arie Parikesit, pemimpin kegiatan Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara.

Menyambut hari raya Idul Adha, temuan ini tentunya sangat tepat untuk kami bagikan kepada masyarakat luas. Contohnya, Kambing Bakar Balanga Rumah Makan Diva, yang diproses di atas wajan atau balanga dengan api yang begitu panas. Selain bumbunya yang khas, kuliner ini disajikan beserta nasi kebuli sebagai bentuk akulturasi antara budaya Indonesia dengan Timur Tengah.

Pemilihan tiga menu tersebut memiliki alasan tersendiri. Pertama, dilihat dari popularitasnya di tengah masyarakat. Menu-menu tersebut adalah legenda-legenda kuliner yang sudah sangat tersohor sejak lama dan memiliki begitu banyak penggemar setia. Kedua, menu kambing tersebut memiliki keunikan, baik unik secara proses memasaknya seperti cara menghilangkan bau prengusnya, cara melunakkan dagingnya, maupun bumbu-bumbu yang digunakan.

Lalu, masing-masing hidangan ini menggunakan bagian kambing yang berbeda; ada yang menggunakan dagingnya, iga hingga ke jeroan kambing sehingga para ibu tidak lagi kehabisan akal karena terbatasnya pilihan bagian kambing yang ia terima di hari raya nanti. Terakhir, menu tersebut mengedepankan unsur kepraktisan sehingga mudah untuk dipraktekan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)