Bangun Produk Dulu Baru Merek

Sebelum membangun merek di benak para konsumen (brand positioning), pelaku usaha perlu lebih dahulu memahami produknya (product positioning). Maksudnya, pelaku usaha perlu, salah satunya, melihat konsumen yang akan disasar oleh produknya.

Demikian salah satu benang merah dalam diskusi terkait merek pada rangkaian acara Trade Expo Indonesia 2012, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Dalam diskusi tersebut, salah satu peserta yang mengaku seorang pengusaha usaha kecil menengah (UKM) bertanya, "Apakah lebih dahulu product positioning atau brand positioning." Pertanyaan ini pun dijawab oleh Daniel Surya, Southeast Asia Chairman & President DM-IDHOLLAND, dengan memberitahu bahwa pelaku bisnis perlu lebih dahulu mendefinisikan produknya.

"Kita harus tahu dulu posisi produk ada buat siapa," sebut Daniel.

Pengusaha harus bisa melihat seperti apa kualitas produknya. Bahkan, kata dia, pengusaha harus berani untuk menggunakan produknya sendiri. "Anda percaya nggak pakai produk Anda sendiri," lanjutnya.

Pandangan serupa pun diutarakan oleh Catharina Widjaja, Direktur PT Gajah Tunggal Tbk. Ia pun memandang bahwa pengusaha harus melakukan product positioning terlebih dahulu. Catharina lantas mencontohkan bagaimana produk ban Gajah Tunggal berkembang.

Awalnya, produksi GT hanya untuk ban sepeda. Namun, dia berujar, perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1951 ini tak mau sekadar memproduksi ban yang juga dipakai untuk kendaraan becak itu. Salah satu caranya, GT bekerja sama dengan perusahaan Jepang untuk mengembangkan produk bannya. "Dari ban sepeda, product positioningnya, terus buat ban truk, bis," tutur dia.

Dia menegaskan, product positioning harus dibangun. Diperlukan tim, kinerja yang baik, maupun kerja sama dengan pihak lain untuk itu. "Kalau product positioning baik, brand will come along with it," tegas Catharina. (Ester Meryana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)