Bank Permata Fokus Kucurkan Kredit pada Industri Tahan Goncangan

Dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis pasca-penerbitan Obligasi Subordinasi yang masa proses penawarannya dimulai sejak pertengahn Mei hingga pertengahan Juni 2012, Roy Arman Arfandy, Direktur Wholesale Banking Bank Permata, mengatakan bahwa target pertumbuhan kredit Bank Permata tahun ini akan difokuskan pada industri-industri yang sudah terbukti tahan goncangan dan volatilitas ekonomi Indonesia maupun global.

Di antaranya, lanjut Arfandy, adalah perusahaan di industri yang berbasis sumber daya alam, baik pertambangan maupun perkebunan. Juga industri makanan dan minuman. Dalam hal ini adalah produsen maupun distributor dan pemasok yang industrinya terkait dengan industri makanan dan minuman. Selain itu juga sektor industri penunjang seperti transportasi dan logistik. “Itu merupakan beberapa sektor industri yang akan kita fokuskan pertumbuhannya pada tahun ini dan mendatang,” ungkap Arfandy pada acara paparan publik mengenai penerbitan Obligasi Subordinasi di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski pada Selasa (22/5).

Strategi ke depannya, lanjut Arfandy, pihaknya merencanakan kredit tumbuh secara konservatif dan prudent agar mampukan mampu memetakan kinerja dengan baik dan berkelanjutan (sustainable). “Kita akan tumbuh secara konservatif dan prudent agar kita mampu memetakan performance kita dengan baik dan sustainable ke depannya. Kita tidak menargetkan pertumbuhan yang terlalu agresif sehingga berpotensi terjadinya kredit macet,” ungkapnya. (Denoan Rinaldi/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)