Bekraf Dukung Indonesia di Ajang London Fashion Week

Fashion adalah subsektor terbesar ketiga dari 16 subsektor di ekonomi kreatif, setelah kuliner dan kriya. Sektor yang menyumbang Rp 200 triliun terhadap PDB ini merupakan sektor menjanjikan bersama sektor aplikasi. Pihak Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sebagaimana dikatakan Ricky Pesik,Wakil Kepala Bekraf, pemerintah sedang instensif menyusun peta dan langkah strategis bagi pengembangan fashion.

Menurutnya, sudah saatnya memberi fokus tidak hanya terhadap bagaimana membawa desainer Indonesia ke kancah dunia, tetapi bagaimana karya-karyanya menjadi brand dunia. Artinya, bisa setara dan berada di pusat perbelanjaan di Asia Tenggara dan dunia. Hal ini juga disampaikan oleh Triawan Munaf, Ketua Bekraf pada pembukaan Indonesia Fashion Week 2015 lalu.

Bekraf akan mengusulkan untuk membuka outlet perdagangan fashion Indonesia di luar negeri untuk memperkenalkan fashion Indonesia.

Konferensi Pers Indonesia mengikuti London Fashion Week Autumn/Winter 2016 Konferensi Pers Indonesia mengikuti London Fashion Week Autumn/Winter 2016

Pendapat di atas merupakan bentuk dukungan terhadap para desainer muda Indonesia yang akan menampilkan karyanya di ajang London Fashion Week (LFW) Autumn/Winter 2016.

Keterlibatan Indonesia di LFW ini berawal saat kunjungan David Cameron, Perdana Menteri Inggris ke Indonesia beberapa waktu lalu. Ia kagum dengan masyarakat muslim di Indonesia yang disebutnya inklusif. Peluang tersebut berhasil dimanfaatkan oleh para desainer baju muslim.

Mereka ingin mengenalkan budaya muslim yang bersahabat kepada dunia melalui modest fashion. Beberapa desainer yang akan mewakili fashion muslim Indonesia di ajang besar tersebut yaitu Dian Pelangi, Restu Anggraini, Jenahara, Zaskia Sungkar. Keempatnya melewati proses kurasi selama sebulan yang dinilai oleh Carri Mudden, Direktur Seni dan Fashion Designer yang berada di London bekerja sama dengan British Council. Sedangkan Vivi Zubedi akan memeragakan karyanya melalui trunk show.

“Salah satu peluang yang kami lihat dan kami arahkan, yaitu menimbang kekuatan Indonesia di modest fashion atau fashion muslim. Sehingga Indonesia bisa menjadi pusat dunia untuk fashion muslim. Jangan sampai didahului negara tetangga,” ujarnya.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Bekraf ingin menyusun kebijakan bersama dengan pelaku industri fashion. Sehingga hasilnya dapat mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. Ia juga menambahkan bahwa melalui ajang ini, tidak hanya melihat dari potensi ekonomi tapi juga budaya. Karena fashion dapat menjadi jembatan untuk melakukan diplomasi budaya, yaitu mengenalkan  budaya muslim ke negara-negara lain. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)