BI Rate Bergeming di Level 7,5%

Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) tak berubah, masih di kisaran 7,5 persen. Rapat Dewan Gubernur juga memutuskan menahan suku bunga Deposit Facility 5,5 persen dan Lending Facility pada level 8 persen.

"BI meyakini inflasi keseluruhan di bawah titik tengah sasaran empat persen, dan defisit neraca berjalan lebih rendah, atau dua persen pada akhir 2015," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam rilisnya.

Bank sentral telah menahan suku bunga acuan BI selama 9 bulan. Sejak Februari 2015, BI rate berada di angka 7,5 persen, angka ini turun 25 basis poin dari BI rate Januari 2015, yang sebesar 7,75 persen.

Kantor Bank Indonesia (Foto: IST) Kantor Bank Indonesia (Foto: IST)

Pemulihan ekonomi global masih terbatas meskipun tekanan di pasar keuangan global sudah mulai mereda. Terbatasnya pemulihan ekonomi global tersebut terutama bersumber dari masih terbatasnya pertumbuhan ekonomi emerging markets, khususnya Tiongkok yang diperkirakan terus melambat. Hal itu, antara lain, tercermin dari indikator manufaktur Tiongkok yang menurun disertai dengan ekspor yang masih lemah.

Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III diperkirakan sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya, didorong oleh belanja modal pemerintah walaupun aktivitas sektor swasta masih berjalan relatif lambat.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah menguat setelah mengalami tekanan depresiasi di bulan September 2015. Penguatan terhadap nilai tukar rupiah terjadi di awal Oktober 2015.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)