Bisnis Terkini Resto ‘Sultan’ Putra Tommy Soeharto

Setelah melakukan persiapan dengan matang sejak tahun 2021, resto unik Lounge in The Sky Indonesia resmi mengudara di langit Jakarta untuk menjawab respons antusias masyarakat. Kehadiran resto uji nyali ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara  Mangkuluhur City (Humpuss Group) dan  Dits Asia.  Hal ini sejalan dengan visi unuk menjadi pusat lifestyle yang menghadirkan atraksi dan daya tarik global.

Mangkuluhur City adalah perusahaan milik konglomerat Tommy Soeharto. Darma Mangkuluhur Hutomo, putra sulung Tommy Soeharto didapuk sebagai Presiden Direktur PT Malka Manah Cipta selaku pengelola Mangkuluhur City.

Sementara Dits Asia adalah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, acara-acara besar dan atraksi lain di Asia. Berbasis di Malaysia, saat ini Dits Asia menjalankan pengalaman dinner In The Sky di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina, dengan kota lain dalam perencanaan.

“Lounge in The Sky Indonesia sejalan dengan harapan kami dalam menjadikan Mangkuluhur City sebagai pusat lifestyle bagi generasi muda Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam rangka menghidupkan kembali sektor pariwisata yang telah terdampak oleh pandemi selama lebih dari dua tahun,” ungkap Darma.

Arvin Randahwa, Pendiri dan CEO Dits Asia menyampaikan antusiasmenya terhadap  kehadiran Lounge in The Sky di Jakarta ini. “Hari ini saya  bersemangat  mengumumkan kehadiran Lounge in The Sky Indonesia untuk menghiasi langit Jakarta. Mangkuluhur City dan Dits Asia berkolaborasi bersama untuk mendatangkan pengalaman berkuliner ini dengan tujuan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata lokal dan internasional,” kata Arvin.

Hingga sekarang Lounge in The Sky telah menampung lebih dari 5.000 tamu yang terdaftar di dalam waiting list. Reservasi akan dibuka untuk umum pada pukul 12.00 WIB sejak 5 November 2021. Tiap orang pengunjung resto ditarik biaya  mulai dari Rp 1,6 juta untuk kelas Standard, Rp 2,2 juta untuk kelas Business, dan Rp 3,7 juta untuk First Class. Akan ada 2 sesi setiap hari kerja, dan 3 sesi pada akhir pekan, dengan durasi 60 menit atau 1 jam makan di udara dengan sajian menu lengkap appetizer, main course, dessert.

Terinspirasi oleh tapas bar terkemuka di Barcelona, Spanyol, Boca Rica Tapas Bar & Lounge bertujuan untuk memberikan sensasi kuliner yang otentik nan berkualitas. Deangn luas 794 meter2, resto ini  memadukan hidangan Spanyol dengan kelezatan khas Asia Tenggara, pertunjukan live music dari jajaran artis ternama, dan penampilan DJ yang membuat suasana malam semakin hidup dengan iringan music.

Kehadiran Lounge in The Sky Indonesia ini mendapat sambutan  positif dari pemerintah. Hal ini ditandai dengan hadirnya sejumlah pejabat, antara lain Ketua Majelis Permusyawarakat Rakyat RI Bambang Soesatyo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam sambutannya Bambang Soesatyo berujar,  “Ini merupakan pengalaman pertama saya merasakan dinner di angkasa.  Resto ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang juga sedang digalakan oleh pemerintah. Seperti yang kita ketahui sejak tahun lalu Industri Ekonomi Kreatif telah menyumbang Perekonomian Domestik Bruto Indonesia lebih dari Rp 1,7 triliun. Saya berharap hadirnya Lounge in The Sky Indonesia dapat menyerap tenaga kerja, menambah penyerapan perekonomian Indonesia, serta memberikan pilihan bagi masyarakat Indonesia untuk bisa merasakan atraksi kelas dunia tanpa harus jauh-jauh pergi ke luar negeri,” jelasnya.

“Saya mengapresiasi Lounge in The Sky Indonesia sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi nasional dan terbukanya peluang usaha serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kami berharap ini dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang  mampu memberikan inspirasi maupun mengedukasi destinasi wisata lainnya di Indonesia dalam aspek standar keamanan, penerapan protokol kesehatan, tingkat kebersihan hingga pelayanan dengan standar kelas internasional yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Dengan menjanjikan pemandangan indah 360° langit-langit Ibukota juga Semanggi Butterfly, platform melayang ini dapat mengakomodasi hingga 32 orang tamu pada saat bersamaan sembari menikmati hidangan four course meal yang dihidangkan oleh Boca Rica Tapas Bar & Lounge selama satu jam. Atraksi dan pengalaman yang telah mendunia dan telah mendapatkan berbagai penghargaan secara internasional ini bertujuan untuk menawarkan konsep yang belum pernah ada sebelumnya baik di industri kuliner dan pariwisata di Indonesia yang perlahan kian pulih dari hantaman pandemi. Untuk memastikan jarak sosial, setiap tamu tamu yang melakukan reservasi akan mendapatkan meja pribadi.

Lounge in The Sky Indonesia mengedepankan dan menggunakan standar keselamatan yang sangat tinggi. Selama di atas, tamu akan menggunakan sabuk pengaman, dan para staf yang mendampingi juga dilengkapi dengan tali pengaman yang akan menjaga keamanan dan keselamatan mereka saat di udara. Petugas pengawas keselamatan akan memberikan penyuluhan mengenai regulasi keselamatan kepada para tamu sebelum platform dinaikkan dan akan senantiasa berkomunikasi dengan operator juga staf di darat. Hal ini telah disetujui oleh TÜV SÜD; sebuah organisasi internasional berasal dari Jerman, yang memvalidasi keselamatan dari segala macam produk demi melindungi baik manusia maupun lingkungan dari bahaya. Sebuah telescopic boom crane seberat 220 ton asal Eropa akan digunakan untuk Lounge in The Sky Indonesia di Jakarta.

 Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)