BNI Securities Incar Potensi Investor Muslim

Sebagai CEO BNI Securities (BNIS), Jimmy Nyo, ingin membawa perusahaan yang dipimpinnya mampu memberikan kenyamanan dan keyakinan investor dari kalangan yang paling potensial di negeri ini yakni umat muslim.

Menurut Jimmy, belum banyak perusahaan sekuritas yang memikirkan soal kenyamanan dan keyakinan investor dari umat muslim. “Inilah yang menjadi concern kami di BNIS. Untuk memberikan rasa aman, kami berinisiatif mendaftar ke Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) untuk mendapatkan sertifikat halal bertransaksi efek saham berbasis syariah. Baru tiga sekuritas yang mendapatkan sertifikat serupa,” ujar Jimmy.

Sementara untuk memberikan rasa nyaman, baru-baru ini BNIS meluncurkan eSmart Syariah, sebuah layanan transaksi saham secara reguler maupun online berbasis syariah.

Dengan eSmart Syariah, kini nasabah BNIS dapat menikmati transaksi dengan nyaman sejalan dengan motto kami yakni: Memberi Kenyamanan Dalam Bertransaksi. Ada 271 saham yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang tersedia di eSmart Syariah. Bebas dari sistem margin serta short selling,” kata lulusan Sistem Informatikadi Bina Nusantara ini.

Upaya sosialisasi layanan baru eSmart Syariah terus dilakukan penggemar seni bela diri Aikido ini. Ia akan turun langsung mengunjungi cabang-cabang BNIS. Ia juga menggandeng BNI Syariah untuk mengoptimalkan layanan. “BNI Syariah yang memiliki jaringan cukup luas yakni 150 cabang akan menjadi bank penerima pembayaran untuk transaksi sekuritas berbasis syariah. Kami sudah melakukan sinergi termasuk dalam kegiatan promosi dan pemasaran bersama,” dia menguraikan.

Menurut Jimmy, inovasi dan perbaikan layanan yang diberikan BNIS kepada seluruh nasabahnya tak berhenti sampai di situ saja. Dalam waktu dekat, BNIS juga akan meluncurkan beberapa layanan seperti e-Smart Syariah versi mobile yang bisa dibuka di smartphone. Ada pula eSmart ver.3 yang mengembangkan fitur-fitur di versi terdahulu. Tentunya layanan kami ke depan akan disesuaikan dengan keinginan nasabah dan perkembangan teknologi terkini dalam bertransaksi saham secara online.

Jimmy menyadari, bahwa saaat ini masih banyak masyarakat yang masih awam terhadap transaksi saham. Untuk itu, ia juga tengah memikirkan bagaimana agar masyarakat di luar nasabah BNIS bisa melakukan demo trading. Ini sebagai langkah pengenalan masyarakat awam sebelum benar-benar masuk dalam transaksi sesungguhnya.

BNIS kini memiliki 77 cabang, tersebar luas di kota-kota besar dan lokasi strategis di seluruh Indonesia. Jumlah nasabah aktif tercatat 12.933 per semester I 2012. “Ke depan, nasabah existing dan nasabah potensial BNIS termasuk dana lokal maupun International Islamic Fund, akan menjadi target perusahaan setelah memperoleh sertifikat DSN MUI.

Dengan dukungan jaringan pemasaran yang luas, diversifikasi layanan jasa investasi terintegrasi yang didukung sumber daya profesional di bidangnya, serta konsistensi peningkatan layanan terbaik, akan menjadi beberapa variabel pertumbuhan yang berkelanjutan bagi BNIS di masa yang akan datang,” jelasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)