BRI Bidik 50 Juta Nasabah Baru Lewat BRILink

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi satu dari empat bank pertama yang memberikan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) dengan nama BRILink. Tak tanggung-tanggung, perseroan mengharapkan tambahan puluhan juta nasabah baru dari layanan baru ini. “Tadi saya bertanya pada Pak Asmawi Syam (Direktur Utama BRI). Ada potensi tambahan 40-50 juta nasabah baru,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad saat peluncuran Logo Laku Pandai di Jakarta, Kamis (26/3).

Asmawi sendiri menilai Laku Pandai memberi perseroan bisnis baru di daerah yang sangat efisien. Bank tak perlu membuka jaringan kantor di daerah dan merekrut bankir baru karena diwakilkan oleh agen yang merupakan nasabah bank. Perseroan akan mulai menjalankan program tersebut di Jayapura, yang akan diresmikan pada 27 Maret mendatang.

“Kami hanya menerima agen yang sudah dua tahun menjadi nasabah BRI dan punya catatan baik. Di luar itu, kami tidak menerima karena agen juga berfungsi sebagai inkubator untuk masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan,” ujarnya.

Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Asmawi Syam (Foto: IST) Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Asmawi Syam (Foto: IST)

Menurut dia, ada dua jenis masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Pertama, masyarakat yang belum pernah sekalipun ke bank (unbank) dan kedua, masyarakat yang sudah pernah mendapat produk tabungan namun belum layak dan mendapat pembiayaan (belum bankable). Untuk yang golongan terakhir, BRI bisa memberi pembiayaan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Konsep BRILink adalah literasi keuangan. Kami tak hanya menjual produk tapi juga mengedukasi masyarakat. Produk hanya tabungan, dimana mereka bisa menabung, mengambil, dan transfer. Tapi, kalau tabungannya sudah lebih dari Rp 10 juta, sudah tak lagi masuk kategori unbank. Kalau sudah naik kelas, mereka akan dilayani dengan komersial base,” katanya.

Asmawi menjelaskan, ada dua produk utama, yakni “Si Pintar” yang berisi Simpanan, investasi dan asuransi. Asuransi dimaksud adalah asuransi jiwa, kecelakaan, dan kesehatan. Kedua, Laku Mikro yang mengandung tambahan pembiayaan mikro. Meski demikian, keputusan pemberian kredit bukan terletak di agen, tetapi di kantor cabang BRI.

Untuk meningkatkan kinerja agen Laku Pandai, perseroan memberi imbalan uang sebesar Rp500-Rp1.250 per transaksi. ‎Executive Vice President BRI, Dicky Rozano mengatakan, imbalan untuk setiap transaksi bisa berbeda."Kalau menabung atau menarik uang, agen mendapatkan Rp 500 per transaksi dan kalau Rp 1.250 itu untuk transaksi seperti bayar listrik dan lainnya," katanya.

Jumlah agen BRI saat ini mencapai 24.713 agen. Perseroan menargetkan volume transaksi melalui BRILink sebesar Rp22,4 triliun pada akhir tahun. Menurut Asmawi target tersebut akan didorong peningkatan jumlah transaksi selama masa ujicoba sebesar 21 juta transaksi menjadi 84 juta. "Target kami akhir tahun ini dari 24.000 menjadi 50.000 agen," ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)