Bukalapak dan Bareksa Targetkan 25 ribu Nasabah Baru Untuk Bukareksa

Produk investasi reksa dana, kini bisa dibeli masyrakat lewat portal belanja online Bukalapak, tepatnya melalui fitur Bukareksa. Fitur yang digagas Bukalapak dan penyedia platform di pasar modal, Bareksa. Bareksa adalah penyedia layanan online marketplace untuk reksa dana sejak awal 2015 lalu.

Co-Founder dan Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan, sejak diluncurkan satu setengah minggu yang lalu, jumlah nasabah Bukareksa sudah mencapai 6.000 orang dengan investasi berkisar dari Rp100 ribu hingga di atas Rp1 juta. “Hingga akhir tahun ini kami targetkan bisa mencapai 25 ribu nasabah baru,” ujarnya.

Senada dengan Karaniya, Fajrin Rasyid, CFO Bukalapak, juga optimistis akan mampu menambah nasabah baru Bukareksa. Menurutnya, ada beberapa faktor pendukung, pertama saat ini Bukalapak memiliki 11,2 juta pengguna (penjual dan pembeli). “Nah para pengguna, seperti penjual yang dapat profit dari jualan di Bukalapak bisa langsung mendebet uangnya untuk diinvestasikan di Bukareksa, demikian juga dengan pembeli,” ujar Fajrin. Faktor kedua adalah kemudahan akses dan proses. Calon nasabah cukup masuk ke website Bukalapak, kemudian memilih fitur Bukareksa, mengisi formulir online lalu memilih jumlah dana yang akan dimasukan. Minimal dananya hanya Rp10 ribu saja.

Namun diakui Fajrin, di luar sana masih banyak masyarakat yang belum mengenal reksa dana, oleh karen itu pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mensosialisasikan reksa dana sekaligus fitur Bukareksa. “Kami promosikan lewat website kami, media sosial dan video tutorial apa itu reksa dana,” jelasnya.

Sebagai pemegang lisensi APRD (Agen penjual Reksa Dana), Bareksa menjamin bahwa produk Bukareksa produk BukaReksa ini adalah produk investasi yang diatur dan diawasi oleh OJK. Dengan menggandeng CIMB Principal Asset Management sebagai pembuat produk reksa dana CIMB Principal BukaReksa Pasar Uang dan manajer investasi, para pengguna Bukalapak dapat berinvestasi di produk tersebut.

Menurut data OJK, per Desember 2016 total kelolaan (asset under management, AUM) industri reksa dana di Indonesia sebesar Rp338,6 triliun. Dibandingkan dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2015 yang sebesar Rp11.540,8 triliun, berarti hanya 2,93% dari nilai tersebut. Jumlah investor reksa dana di Indonesia pun masih relatif seidkit. Per 26 Agustus 2016 jumlah investor reksa dana baru tercatat 340.869 orang atau hanya 0.13% dari total populasi Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)