Harga Batu Bara Turun, Pendapatan Bukit Asam Capai Rp10,5 Triliun

Di tengah penurunan harga jual batu bara yang terus berlangsung, harga jual rata-rata tertimbang batu bara PT Bukit Asam (Persero) pada periode Januari-September 2015 terkoreksi sebesar 2 persen atau menjadi Rp 712.099 per ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 29.079 per ton.

Meski terjadi penurunan harga jual, Bukit Asam justru berhasil meraih kenaikan pendapatan sebesar 9 persen atau menjadi Rp 10,50 triliun untuk periode Januari-September 2015 dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 9,65 triliun. Menurut Joko Pramono, selaku Sekertaris Perusahaaan, peningkatan pendapatan tersebut merupakan kontribusi dari keberhasilan perseroan meningkatkan volume penjualan.

Bukit-Asam-Slider-1_resized_2

Volume penjualan Bukit Asam sebesar 14,35 juta ton atau naik 8% dibanding penjualan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,24 juta ton. Komposisi penjualan terdiri dari 48% ekspor dan 52% penjualan domestik.

Ekspor dengan memberikan prioritas batu bara kalori tinggi mengalami kenaikan 5% atau menjadi 6,88 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,56 juta ton. Sedangkan penjualan domestik mengalami kenaikan sebesar 12% atau menjadi 7,56 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,68 juta ton.

Selain memprioritaskan batu bara kalori tinggi ke pasar ekspor untuk mengendalikan profitabilitas, perseroan juga berhasil melakukan efisiensi pada Triwulan III, di antaranya melalui optimasi penambangan dengan memprioritaskan penambangan batu bara berkalori tinggi, serta, menekan Nisbah Kupas (Striping Ratio/SR) pada Triwulan III 2015 menjadi 4,13 dibanding SR Triwulan II sebesar 4,49 dan lebih jauh lagi di bawah SR Triwulan I sebesar 5,59.

Hingga akhir tahun 2015, Bukit Asam membukukan laba bersih sebesar Rp1,50 triliun, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,58 triliun. Jika dibandingkan dengan per Triwulan dalam tahun 2015, maka setiap Triwulannya mengalami peningktan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp 0,34 triliun pada Triwulan I, kemudian naik menjadi sebesar Rp 0,45 Triliun pada Triwulan II, dan pada Triwulan ke III menjadi 71 miliar atau meningkat 58% dibanding Triwulan sebelumnya.

Selama 9 bulan di tahun 2015, cash cost (termasuk royalty) mengalami penurunan sebesar 11% yaitu Rp 630.544 per ton menjadi Rp 563.012 per ton. Pada triwulan ke III 2015, cash cost turun sekitar 13% menjadi Rp 658.089 per ton dibandingkan triwulan III tahun 2014 yang sebesar Rp 769.148 per ton. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)