Canon PhotoMarathon Indonesia 2013 Jaring Ribuan Fotografer

Suasana di kawasan Cilandak Town Square kali ini berbeda dengan hari biasanya. Ribuan orang terlihat mengenakan rompi berwarna coklat muda dan topi merah, sembari menjinjing kameranya dan membidik objek yang ada di sekitarnya.

canon photo marathon3Ribuan orang tersebut merupakan fotografer yang sedang mengikuti kompetisi memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah, perjalanan klinik foto ke Pulau Komodo, serta hadiah utama klinik foto ke Kansai, Jepang dalam ajang Canon PhotoMarathon Indonesia 2013.

Jakarta menjadi puncak penyelenggaraan kompetisi fotografi terbesar di Indonesia ini, menyusul sukses di dua kota sebelumnya, Surabaya dan Yogyakarta.  Lebih dari 1900 orang peserta yang ikut ambil bagian di Cilandak Town Square ini.

Sebelumnya, Canon PhotoMarathon Indonesia 2013 yang diadakan di Kota Pahlawan, Surabaya, berhasil mengajak 613 pecinta foto dari Surabaya dan kawasan Timur Indonesia untuk berkumpul dan berkompetisi. Untuk kawasan DIY dan Jawa Tengah lebih dari 1264 peserta ikut berkumpul di Gembira Loka Zoo.

canon photo marathon2Tahun ini merupakan kali kelima Canon PhotoMarathon Indonesia diadakan. Antusiasme para peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. “Jika dibanding tahun lalu, jumlah peserta di DIY ada peningkatan sekitar 50%, di Surabaya 25%  dan Jakarta kalau dulu 1200 sekarang jadi 1900,” Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip selaku distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia.

Para peserta yang ikut kompetisi Canon PhotoMarathon Indonesia 2013 di Jakarta, Sabtu (12/10) ini tidak hanya dari kalangan profesional fotografer, para peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja kantor, ibu rumah tangga, pelajar maupun anak-anak.

“Acara ini bisa menjadi sarana berkumpulnya fotografer, mulai dari profesional hingga pelajar. Range usianya juga sangat beragam mulai dari 5 tahun sampai ada yang sudah 70 tahun. Semangat peserta sangat luar biasa,” ucapnya.

Untuk perangkat fotografi, peserta tidak hanya boleh menggunakan kamera profesional DSLR, namun juga dipersilakan menggunakan kamera digital saku. Mereka diuji kreativitasnya untuk menghasilkan foto terbaik dalam waktu yang relatif singkat.

Lomba terbagi dalam dua sesi dan peserta dibatasi waktu hanya 60 menit di setiap sesinya. Setelah tata tertib dan peraturan dibacakan, panitia langsung mengumumkan tema 1, yaitu “Sunyi”. Tanpa menunggu lama para peserta segera berpencar mencari ide dan objek bidikan di sekitar Cilandak Town Square. Setelah 60 menit berlalu, panitia mengumumkan tema 2 “Baris”.

Setelah batas waktu pengambilan foto tiba, para peserta terlihat sibuk memilih foto terbaik dari serangkaian jepretan yang baru diambilnya sejak pagi tadi untuk dikumpulkan dan langsung dinilai oleh para juri yang terdiri dari Adithya Zen (Fotografer & Juri Profesional), Agatha Bunanta (Fotografer & Juri Internasional), Eddy Hasby (Pewarta Foto Kompas), Darius Manihuruk (Fotografer Profesional), Ryan Boedi (Sutradara & Fotografer) dan Yuliandi Kusuma (Fotografer & Jurnalis Fotografi).

Selain berkompetisi, ribuan peserta juga diasah kemampuan fotografinya melalui sesi seminar yang dibawakan oleh fotografer profesional ternama, David Soong (Axioo). Antusiasme para peserta di sesi ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada David.

Ajang fotografi akbar ini kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang. “Penilaian juri didasarkan pada bagaimana fotografer menginterpretasikan ide, ide tersebut juga harus orisinil,” tambah Merry.

Pemenang dari dua tema yang dilombakan akan mewakili Indonesia untuk mengikuti photo clinic di Kansai, Jepang, bergabung dengan para pemenang Canon PhotoMarathon dari Malaysia, Singapura, India dan Vietnam. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)