Cara BNI Syariah Genjot Dana Tabungan Tumbuh 41,52%

Melalui Program Cahaya Rezeki Nasabah, PT BNI Syariah mampu meningkatkan dana tabungan nasabahnya. Hingga akhir Agustus 2013, dana tabungan mencapai Rp 4,453 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 3,146 triliun atau meningkat sekitar 41,52%.

Menurut Imam Teguh Saptono, Direktur Bisnis BNI Syariah, meningkatnya dana tabungan dipicu oleh Program Cahaya Rezeki Nasabah yang memberikan berbagai hadiah seperti 1 unit Honda Freed, 3 unit Toyota Avanza, 10 unit umroh, 49 unit Honda Spacy dan 49 unit TV LCD kepada nasabah yang beruntung. “Program ini sebagai wujud terima kasih atas loyalitas nasabah BNI Syariah yang tetap setiap menggunakan produk kami. Tahun depan, kami akan buka lagi periode baru,” jelasnya.

BNI Syariahtabungan

Meningkatknya dana tabungan berdampak signifikan terhadap peningkatan dana pihak ketiga (DPK), seperti giro, tabungan, dan deposito yang dihimpun BNI Syariah. Menurut Iman hingga akhir Agutus 2013, total DPK BNI Syariah meningkat 46,78% dari Rp 7,313 triliun menjadi Rp 10,735 triliun. Peningkatan DPK tersebut juga dipicu dengan meningkatkan deposito di BNI Syariah di mana hingga akhir Agustus lalu mencapai Rp 4,831 triliun, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya dana deposito BNI Syariah mencapai Rp 3,198 triliun. Begitu juga dari giro, hingga Agustus tahun ini mengalami peningkatan 49,73% dari Rp 969 miliar, naik menjadi Rp 1,450 triliun pada Agustus 2013.

Selain itu, hingga Agustus lalu pembiayaan BNI Syariah juga meningkat 63,53% atau menjadi Rp 10, 163 triliun, periode yang sama sebelumnya Rp 6,215 triliun. Pembiayaan ritel (produktif dan konsumtif) mengalami pertumbuhan sigifkan, bila Agustus tahun lalu pembiayaan ritel sekitar Rp 5,016 triliun, hingga Agustus ini telah mencapai Rp 8,024 triliun atau meningkat 63,58%. Dari pembiayaan non ritel, peningkatan terbesar terjadi pada pembiayaan mikro, dari Rp 92,373 miliar menjadi Rp 634,845 miliar atau meningkat 587,26%.

Menurut Iman, pada semester II tahun ini, pertumbuhan pembiayaan akan melambat dibanding semester I 2013 karena kondisi perekonomian yang kurang menggembirakan. Tapi BNI Syariah optimistis target pembiayaan tetap akan tercapai, karena melakukan strategi memacu pembiayaan dengan sistem front loading (di awal tahun). Untuk menyikapi kondisi seperti ini, maka di semester II, BNI Syariah menghindari pembiayaan di sejumlah sektor seperti konstruksi, pertambangan dan sektor yang terimbas gejolak valuta asing. BNI Syariah akan tetap fokus menggarap sektor yang masih memiliki peluang untuk berkembang pada semester II seperti usaha kecil menengah, mikro dan pembiayaan pemilikan rumah, khususnya untuk pembiayaan rumah pertama. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)