Cara Sensodyne Bebaskan 9 Juta Konsumen dari Masalah Gigi Sensitif

GlaxoSmithKline (GSK) melalui merek dagang Sensodyne, mengadakan kegiatan “Sensodyne Hot & Cold Food Festival” untuk merayakan kesuksesan kampanye Sensodyne Challenge di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno, Jl Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/4). "Sejak awal pelaksanaannya pada bulan Juli 2013 melalui website www.sensodyne.co.id, kami telah berhasil mengajak puluhan ribu konsumen," kata Amanda Parikesit, Brand Manager Sensodyne.

Sensodyne

Amanda mengaku bahwa Sensodyne sudah berhasil membebaskan 9 juta konsumen dari permasalahan gigi sensitif. "Sudah ada 9 juta yang terbebas dari gigi sensitif. Bisa kita lihat dari testimoni mereka yang jumlahnya mencapai 2500," dia berujar.

Menurutnya, diadakannya kegiatan tersebut tidak hanya untuk kepentingan marketing, tapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Kami menyediakan solusi bagi mereka yang mengalami masalah gigi sensitif. Kami juag menyediakan produk kami pada acara ini,” klaim Amanda.

Kampanye yang digelar Sensodyne merupakan kegiatan penting di tengah fakta bahwa masih banyak orang Indonesia menderita gigi sensitif. “Kebanyakan dari mereka menyepelekan masalah gigi sensitif dan belum mencari solusi yang tepat untuk menanganinya,” papar Amanda.

Dia juga mengungkapkan bahwa hasil survei yang dilakukan oleh Ipsos tracking study tahun 2013 memperlihatkan bahwa prevalensi penderita gigi sensitif di Indonesia mancapai 43 persen. “Dengan masih banyaknya orang yang memiliki gigi sensitif, kita masih jauh untuk mencapai tujuan menghilangkan penyakit gigi sensitif di Indonesia,” jelasnya.

Pada acara tersebut juga hadir drg Jezekhiel Martua, GlaxoSmithKline Oral Health Care Expert Marketing. “Gigi sensitif adalah kondisi yang ditimbulkan akibat terbukanya dentin karena email yang menipis atau turunnya gusi. Rasa ngilu itu muncul karena dentin mempunyai saluran-saluran sangat kecil yang langsung berhubungan dengan syaraf gigi,” kata pria yang biasa dipanggil drg Eki. Dia juga mengatakan bahwa dengan adanya produk Sensodyne, maka pencegahan terhadap gigi sensitif dapat dilakukan oleh semua orang.

Pada kegiatan tersebut, Eki juga menyampaikan bagaimana cara menyikat gigi dengan benar. “Untuk dapat melindungi gigi, tidak hanya menggunakan pasta gigi yang sesuai, tapi juga cara menyikatnya harus benar,” ungkapnya.

Dengan menyikat gigi secara benar,  Eki menjelaskan bahwa cara tersebut dapat mencegah biaya perbaikan gigi yang cukup mahal. “Email gigi bisa diperbaiki dengan penambahan bahan tambal. Tapi kalau gusi yang turun tidak bisa ditambal. Memperbaikinya dengan cara operasi. Karena itu lebih baik dicegah," Eki menyarankan.(EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)