CEO Zynga Ajarkan Cara Gagal

Bila para motivator atau orang sukses membagi tips bagaimana meraih sukses, tidak demikian dengan CEO Zynga, Mark Pincus. Bagi penggemar game online di Facebook, Zynga tentu bukan hal asing lagi. Perusahaan ini sukses menelurkan game populer seperti FarmVille, Zynga Poker, Mafia Wars, dan berbagai game online lain yang mampu menghipnotis rakyat Facebook.

Tahun 2009, Pincus dinobatkan sebagai "CEO of the Year" oleh The Crunchies. Tahun berikutnya, ia pun disebut sebagai "Founder of the Year". Namun sebetulnya tak sedikit yang menyebut Pincus sebagai 'Serial Entrepenuer' hanya karena ia gagal menciptakan perusahaan yang sustainable secara berturut-turut sebelum Zynga. Setelah memulai dua perusahaan di tahun 90-an, Pincus mempunyai startup jejaring sosial pada 2003 yaitu Tribe.net.

"Salah satu hal yang saya coba tanamkan di Zynga adalah segera gagal, amati datanya, lalu move on. Saya gagal melakukan itu pada Tribe," tulis Pincus dalam Bloomberg Businessweek.

Ia mengaku saat itu Tribe muncul hanya dengan mengandalkan intuisi. Dalam tiga hingga enam bulan, merek membangun Tribe lalu meluncurkannya. Bagi Pince, ia mengeluarkan 'peluru' yang mahal dan tidak tepat sasaran. Tribe pun kemudian mencapai sebuah titik dimana para investor menyerah, mengundurkan diri dari kursi dewan, dan pergi. Saat itu yang tersisa hanya ia, timnya, dan kreditor. Pincus akhirnya menjual perusahaan itu pada Cisco untuk membayar hutang-hutangnya.

"Ada satu hal yang saya pelajari dari sini. Sementara Anda mempertahankan visi, Anda tetap harus mencoba berbagai strategi yang berbeda sampai satu diantaranya berhasil," ujar pria jebolan Harvard Business School ini.

"Jika Anda bisa menyempurnakan naluri Anda dan percaya diri, maka Anda bisa taking different bites of the apple (mencoba strategi lain) dan tetap melakukan pendekatan terhadap masalah tersebut dengan berbagai jalan sampai ketemu jalan yang tepat."

Strategi itulah yang diterapkan Pince pada Tribe. Ia mengejar kesempatan sosial dari berbagai sudut. Ayah dari sepasang putri kembar ini berinvestasi di Twitter dan Facebook. Ia pun membeli hak paten jejaring sosial pada 2004.

"Gagal adalah cara terbaik untuk membuat Anda tetap membumi, penasaran, dan rendah hati. Sukses terkadang berbahaya karena Anda jadi tidak tahu mengapa Anda sukses. Anda hampir selalu tahu mengapa Anda gagal dan Anda memiliki banyak waktu untuk memikirkannya," pungkas Pincus.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)