Cuma Makan Mi Soba Bisa Jalan-jalan ke Jepang

Pecinta kuliner khas Jepang di kawasan Serpong dan sekitarnya tampaknya kini mendapat pilihan tempat bersantap yang baru. Sebabnya, sejak akhir bulan Mei 2015, Restoran Sagami Soba yang menawarkan aneka hidangan mi soba khas Jepang meresmikan restorannya yang ke-273 di dunia di Aeon Mal BSD City, Serpong, Tangerang. ”Kami sangat optimis bahwa soba otentik Jepang yang sehat akan diterima oleh masyarakat Indonesia. Pelayanan terbaik Sagami Soba dapat memenuhi kebutuhan penggemar soba,” ujar Toshiyuki Kamada, Presiden Sagami Soba, saat meresmikan gerainya.

Selama rangkaian acara peresmian ini pula, pelanggan dan publik berkesempatan untuk menyaksikan Final Sagami Soba Battle, sebuah kompetisi makan soba yang dimulai sejak tanggal 19 Mei sampai dengan 28 Mei 2015 di Sagami Soba Plaza Senayan. Tercatat 40 pelanggan berpartisipasi dalam kompetisi ini dan selama 10 hari ini telah terjaring empat pelanggan yang mampu melahap soba terbanyak. Dalam masa penjaringan ini tercatat rekor terbanyak yaitu 15 mangkuk kosong.

Pemenang utama trip ke Jepang, Stefanus Sulindro bersama Presiden Sagami Toshiyuki Kamada dalam acara Soba Battle di Restoran Sagami, Aeon Mal BSD. Ia berhasil melahap 27 mangkok soba dalam 40 menit Pemenang utama trip ke Jepang, Stefanus Sulindro bersama Presiden Sagami Toshiyuki Kamada dalam acara Soba Battle di Restoran Sagami, Aeon Mal BSD. Ia berhasil melahap 27 mangkok soba dalam 40 menit

Pemenang utama mendapat hadiah paket trip ke Jepang untuk dua orang. Pemenang kedua membawa pulang Panasonic TV 50 inch, sementara pemenang ketiga mendapatkan Panasonic TV42 inch. Soba Battle berikutnya akan dimulai lagi segera setelah Lebaran. Adapun juara pertama lomba ini dimenangkan oleh Stefanus Sulindro yang berhasil melahap melahap 27 mangkok soba dalam 40 menit.

Restoran Sagami Soba yang didirikan tahun 1971 di Nagoya, Jepang, sendiri merupakan rantai restoran keluarga besar yang menyajikan soba dan udon sebagai primadona menunya. Cabang-cabang dari restoran ini berkembang dari waktu ke waktu, sampai saat ini telah memiliki 266 outlet di Jepang dan 273 total outlet di dunia. Sagami menjadi perusahaan publik pada tahun 1997 dan kemudian di tahun 2004 membuka restoran pertamanya di luar Jepang, yakni di Shanghai, RRT.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya tahun 2014, Sagami mengembangkan bisnisnya ke Asia Tenggara. “Kami membuka restoran yang ke-271 di Bangkok dan restoran ke-273 di sini, di Jakarta,” ujar Kazutaka Sainoki, Director Overseas Operation Department. Baginya, ASEAN merupakan pasar yang menjanjikan, “kami percaya bahwa produk kami yang sehat ini, dipadu dengan servis terbaik akan diterima oleh para pecinta soba di Indonesia,” sambungnya.

Di semua restorannya, Sagami mengklaim hanya menyajikan soba otentik berasal dari bahan-bahan terbaik yang dikirim dari Hokkaido, Jepang. “Kami kemudian mengolah bahan-bahan mentah ini untuk memproduksi soba segar setiap hari di toko,” tambah Sainoki.

“Kami memahami bahwa dashi – kuah soba yang terbuat dari kaldu – adalah unsur paling utama dalam sajian soba,” lanjut Sainoki. Itulah sebabnya koki terlatih di Sagami menyaring kaldu secara rutin dua kali sehari untuk mendapat kualitas dashi terbaik.“ Berdasarkan standar operasi kami, dashi yang masih ada sampai lebih dari empat jam akan dibuang” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)