Dari Malaysia, WIEF Hijrah ke London

World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-9 akan diadakan di Kota London, Inggris. Untuk pertama kalinya WIEF diselenggarakan di luar Asia dan Timur Tengah. Forum tersebut akan digelar pada 29 sampai 31 Oktober 2013 di ExCel London.

Ke kanan: Tan Sri Ahmad Fuzi, Tun Musa, Alan Duncan, Edward Lister (sumber: WIEF Foundation)

Pengumuman tersebut disampaikan dalam penutupan WIEF ke-8 di Johor Baru, Malaysia, di mana Rapat Koordinasi Panitia yang kedua juga diselenggarakan. Berikutnya, pertemuan tersebut akan digelar di London pada bulan Maret 2013. Selama ini WIEF diadakan di Malaysia, Kazakhstan, Kuwait, dan Pakistan. Indonesia pun pernah menjadi tuan rumah WIEF tahun 2009, WIEF ke-5.

“Kami senang membawa World Islamic Economic Forum ke London. Ini adalah refleksi semakin pentingnya forum ini sebagai platform global yang membawa komunitas Muslim dan Non-Muslim menyatu melalui bisnis,” tutur Tun Musa Hitam, Chairman WIEF.

Sir Edward Lister, Chief of Staff and Deputy Mayor, Policy and Planning, City of London menuturkan, London merupakan kota yang terbuka, toleran, dan ramah terhadap orang-orang dari beragam agama, kepercayaan, dan ras. Lebih dari 230 bahasa dunia digunakan di kota multikultur tersebut. “London juga merupakan sebuah jalan untuk membuka berbagai kesempatan di dunia. Pada WIEF ke-9 nanti, Anda bisa mengambil keuntungan dari aset kunci ini melalui menjaling networking dengan bisnis-bisnis global yang bermarkas di London,” lanjutnya.

“Acara tahunan ini adalah wadah yang sangat baik dalam menghimpun pemimpin pemerintahan, bisnis, media, dan budaya. Ini juga merupakan ajang untuk menunjukkan apa yang bisa diberikan dunia Islam sekaligus tempat pertemuan berbagai budaya. Meski demikian, selama ini hanya kota-kota di Timur Tengah dan Asia yang menjadi tuan rumah forum tersebut. Itulah mengapa kami senang dan merasa terhormat menyambut WIEF ke sembilan tahun depan. Tentu saja ini pertama kalinya acara tersebut diadakan di luar negara Islam.” Menteri Negara Pengembangan Internasional Inggris, Alan Duncan dalam pidatonya menjelaskan.

Bicara forum bisnis, London dinilai sebagai kota yang tepat. Alan mengklaim Bursa Efek London sebagai bursa efek yang paling mendunia dengan 3.000 perusahaan dari 70 negara, dan memiliki 43 sukuk dengan nilai total US$ 24 miliar.

Islam juga bukan hal asing di Inggris. “London memiliki bank Islam yang lebih banyak bila dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya,” ungkap Alan. Sebanyak 22 bank tumbuh di London, 6 di antaranya adalah bank syariah. Di Inggris juga terdapat 30 firma hukum yang melayani departemen keuangan Islam yang substansial. Di samping itu, Inggris mepunyai 10 universitas dan sekolah bisnis yang memiliki kualifikasi dalam keuangan Islam.

Sejumlah pembangunan di Inggris kerap disokong lembaga keuangan Islam. Contohnya, Chelsea Barrack didanai US$ 24 miliar ijara untuk redevelop. Ini adalah proyek Syariah terbesar di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Ikon pencakar langit kota London, Shard, juga didanai produk investasi syariah.

“Tidak ada keraguan, keuangan Islam akan menjadi bagian dari sistem keuangan internasional yang terus berkembang,” lanjut Alan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)