Dari Voucher Seluler, TMI Bidik Voucher Listrik

PT Tiphone Mobile Indonesia (TMI) semakin memperkokoh posisinya sebagai distributor voucher. Bila saat ini TMI dikenal sebagai distributor voucher prepaid selelur (Telkomsel, Axiata dan Telkom Flexi), rencananya tahun 2013 mulai mendistribusikan voucher isi ulang listrik pra bayar. Menurut Lily Salim, Direktur Utama TIM, potensi jasa voucher listrik pra bayar sangat menjanjikan. Apalagi PLN terus menyosialisasikan dan merealisasikan penggunaan listrik pra bayar kepada pelanggan konvensional.

Lily mengakui perputaran dana untuk listrik pra bayar cukup menggiurkan. Ia memperkirakan potensi perputaran uang untuk bisnis listrik prabayar sekitar Rp 5,2 triliun/bulan. Dengan asumsi rata-rata per bulan penggunaan listrik Rp 400 ribu/bulan/pelanggan di mana jumlah pengguna sambungan listrik prepaid sekitar 13 juta sambungan rumah  tangga.

“Bila kami menargetkan bisa menangani sekitar 5%, paling tidak dari penjualan voucher listrik prepaid sekitar Rp 260 miliar/bulan, atau sekitar Rp 3,1 triliun/ tahun. Penjualan voucher listrik akan kami lakukan pada triwulan pertama tahun 2013, “kata Lily. Apalagi saat ini jumlah pelanggan PLN sekitar 44 juta, di mana hingga akhir 2012 jumlah pelanggan listrik prepaid sekitar 8 juta dan akan diprediksi sekitar 13 juta di tahun 2013.

Hingga September lalu TMI telah memiliki sekitar 175 ribu reseller. Menurut Lily jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan. Tahun 2013, TMI menargetkan akan memiliki sekitar 300 ribu reselle dan akan fokus dalam pengembangan distribusi  melalui outlet dan reseller. Perluasan jaringan distribusi untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar ponsel yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena baik outlet maupun reseller merupakan ujung tombak dalam penjualan voucher yang menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

Dari sisi kinerja hingga kuartal III tahun ini, TMI membukukan penjualan Rp 5,570 tirliun atau meningkat sekitar 12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 4,971 triliun). Sedangkan laba bersihnya  naik 29% dari Rp 138,616 miliar menjadi 107,047 miliar. Menurut Samuel Kurniawan, Corporate Secretary TMI, sampai saat ini TMI masih mengandalkan pendapatan dari penjualan voucher prepaid yang memberikan kontribusi 90%, sedangkan dari penjualan ponsel hanya memberikan kontribusi sekitar 10%. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)