Desain Waterfront Crown -Jaya Ancol Terinspirasi dari Kepulauan Wayag

Koichi Takada, Arsitek Proyek waterfront Crown Group dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Koichi Takada Arsitek yang didaulat Grup Crown dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Jaya Ancol) merancang proyek apartemen waterfront baru mereka mengungkapkan bahwa rancangannya terinsipirasi dari keindahan Kepulauan Wayag dan terasering padi di Indonesia.

Arsitek kelas dunia asal Jepang ini dikenal telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi salah satunya pada 2017 sebagai pemenang Innovations Excellence Awards 2017 untuk Mixed Used Development of the Year for Pasific Bodi Beach di Australia.

Untuk pertama kalinya Koichi sedikit memberikan teaser seperti apa nanti rupa proyek properti Crown Group pertama di Indonesia, yang digarap bersama Jaya Ancol. Sebelum menggarap desain arsitektur untuk proyek Crown di Indonesia, Koichi telah berpengalaman di 7 proyek lain grup tersebut di Australia. Salah satunya Skye Suites Sydney, proyek hotel bintang lima Crown dan baru beroperasi jelang akhir tahun lalu. Salah satu gedung terbaru yang dirancangnya di LA Amerika Serikat teinspirasi dari foto fenomenal bintang Holywood Merilyn Monroe ‘flying shirt’ yang terkenal itu. Tidak heran LA Tower itu kini lebih dikenal sebagai Marilyn Tower.

“Pekerjaan saya banyak berada di kota-kota metropolitan, bukan
saja berkutat di Sydney, Melbourne, Brisbane, juga Tokyo, Los Angles, Mexico
City, Doha, dan potensial proyek di Eropa, serta sekarang di Jakarta,” ungkapnya.
Tentang proyek di Jakarta, menurutnya, berbeda dengan proyek di kota-kota lain
yang pernah di kerjakannya. Di kota-kota lain ia menyebutnya concrete jungle, sedangkan Jakarta memiliki
keindahan naturalnya sendiri.

“Walau pekerjaan di sini baru bagi saya, tapi seperti pulang kampung. Hijau yang terlihat di hutan kota Jakarta itu cantik. Saya jatuh cinta pada energi masyarakatnya,” imbuhnya. Untuk itu dalam merancang desain proyek ini, Koichi menggali inspirasi yang dekat dengan keindahan Indonesia seperti kepualauannya yang cantik dan seni bercocok tanam terasering yang unik.

Salah satu yang menjadi inspirasinya adalah Wayag Islands, gugusan pulau yang terkenal indah di Papua.. “Saya ingin ketika ada di dalam bangunan ini, terasa seperti liburan sepanjang waktu. Sangat aerodynamic, namun juga akan ada laguna suasana yang hangat,” ujarnya.

Menurutnya, mendesain arsitektur bukan sekadar mendesain gedung yang indah, tapi mendesain tempat tinggal yang lebih baik. Itulah yang menjadi fokus desainnya selama ini. Proyek senilai sekitar Rp 7,5-10 miliar ini akan dibangun 8 tower apartemen plus hotel. Rencananya akan dibangun dan ditawarkan dulu dua tower pertama di Lot A. Pemasarannya akan dimulai di Mei 2019. Iwan Sunito, Chairman Grup Crown, meyakini proyek ini akan sangat diserap dengan baik oleh pasar.

“Saya yakin setelah Pemilu pasar akan lebih baik, akan ada lanjutan tax amnesty. Saya yakin masa depan Indonesia ke depan lebih bagus,” katanya. Ia merasa beruntung bisa bekerja sama dengan Jaya Ancol, apalagi ini merupakan kerja sama jangka panjang, yang artinya akan ada proyek-proyek lain bersama Ancol ke depan. “Kami belajar pada Ancol teruatam tentang good governance mengingat ada rencana Crown go public pada 2021,” ungkapnya.

Iwan menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar didesain untuk membangun luxury apartment semata tapi untuk komunitas yang inklusif. "Konsep kami bagaimana komunitas bisa juga berpartisipasi dalam area pembangunan proyek ini," terangnya.

Di sisi lain, Daniel Nainggolan ,Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan keputusan pihaknya memilih bekerja sama dengan Crown tepat. Apalagi setelah melihat rancangan Koichi, yang menurutnya membuat semua direksi terpukau. “Ini bukan proyek pertama properti kami, tapi kami akui rancangan ini yang terbaik,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)