Di Jerman, Produk Indonesia Dikenalkan Lewat Instore Promotion

kementerian perdaganganIndonesia gencar mempromosikan produknya di Jerman. Baru-baru ini Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan Instore Promotion. Kegiatan itu berlangsung selama 4-23 Juli 2013, di Galeria Kaufhof Köln, di  Köln, Jerman. Di dalam kegiatan itu, produk makanan olahan dan produk nonpangan asal Indonesia dipromosikan.

"Penyelenggaraan pameran ini memasuki tahun kedua program kemitraan KBRI Berlin dengan Galeria Kaufhof guna mempromosikan produk makanan olahan dan nonpangan Indonesia," jelas Nusa Eka, Atase Perdagangan Berlin saat mengunjugi  Instore Promotion,  Sabtu (20/7/2013) lalu, bersama dengan Eddy Pratomo, Duta Besar RI di Jerman dan Thomas Ruppert, Managing Director Galeria Kaufhof Köln.

Pameran ini berlangsung atas kerja sama antara para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Indonesia dengan beberapa importir Jerman seperti Kreyenhop  & Kluge GmbH & Co. KG, Raoul Rousso Gmb, dan perusahaan Barteroder Feinkost GmbH. Penyelenggaraan  Instore Promotion merupakan kelanjutan dari program kerja sama dengan Galeria Kaufhof yang sudah dimulai sejak tahun 2012, di mana telah diselenggarakan Instore Promotion di Galeria Kaufhof Leipzig dan Berlin.  Sedangkan di tahun 2013 Instore promotion diselenggarakan di tiga lokasi Galeria Kaufhof di Jerman, yaitu Köln (4-23 Juli 2013), Frankfurt (19-31 Agustus 2013), dan Berlin (2-14 September 2013).

Galeria Kaufhof sendiri merupakan salah satu ritel terbesar di Jerman yang menjadi bagian METRO Group. METRO Group membawahi beberapa jaringan ritel besar di Jerman, yaitu METRO cash and carry, Real, MediaMarkt, Saturn, dan Redcoon.

Menurut Eddy Pratomo, Instore Promotion ini tidak hanya merupakan kegiatan promosi produk unggulan Indonesia, tetapi juga sebagai sarana dalam meningkatkan citra positif Indonesia secara berkelanjutan, serta pengenalan potensi-potensi lain yang dimiliki oleh Indonesia kepada masyarakat Jerman.

Pada pameran yang bertema 'Indonesien zu Gast im Galeria Kaufhof’ ini ditampilkan 100 jenis produk makanan olahan Indonesia yang produksinya  dilakukan di Indonesia, maupun produk makanan olahan Indonesia yang diproduksi di Belanda dan di Jerman yang bahan bakunya diimpor dari Indonesia. Selain itu, terdapat juga produk-produk nonpangan, seperti tas, perhiasan, lukisan batik, kain batik, topeng, kerajinan perak, dan barang kerajinan lainnya.

Pameran ini juga dimeriahkan dengan program pendukung lainnya berupa kegiatan mencicipi makanan, demo masak, serta penampilan kesenian dan kebudayaan Indonesia. Acara kesenian dan budaya ini ditampilkan setiap akhir pekan dan melibatkan pelaku usaha di bidang gastronomi Indonesia, yaitu Warung Bayu dan Haus Java, serta seniman Indonesia yaitu Nyoman Sukayahadi dan Anggi Prayascita di Köln.

"Kegiatan demo masak dan penampilan kesenian Indonesia ini turut mempromosikan keberadaan  restoran Indonesia di Köln dan keanekaragaman budaya Indonesia sehingga menarik minat pengunjung Jerman untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Indonesia dan berkunjung ke Indonesia," tutur Nusa.

Sebagai informasi, ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Jerman dalam kurun waktu lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan sebesar 9,4 persen. Pada bulan Januari-Maret 2013, ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Jerman mencapai nilai sebesar US$ 28 juta, atau tumbuh sebesar 26,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012. Produk makanan olahan utama Indonesia yang diekspor ke Jerman, antara lain ikan tuna, buah nanas kalengan, santan kelapa, dan teh.

Hubungan dagang antara kedua negara juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Nusa menjelaskan nilai total perdagangan antara Indonesia dan Jerman pada tahun 2012 mencapai US$ 7,26 miliar, atau terjadi peningkatan sebesar 8,4 persen dari tahun 2011. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)