Dorong Sektor Pariwisata, Blue Band Master Gelar Kompetisi Oleh-oleh

Sektor kuliner, termasuk bisnis oleh-oleh menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dengan jumlah unit usaha yang tercipta sebanyak 3 juta dengan rata-rata pertumbuhan 0,9 persen. Sektor kuliner juga menyerap tenaga kerja sebesar 3,7 juta orang dengan rata-rata pertumbuhan 26 persen. Hal ini disampaikan oleh Lokot Ahmad Enda, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Kementerian Pariwisata saat konferensi pers kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh di Jakarta, (8/9).

Blue Band

Tidak hanya bagi pelaku industri bakery dan pastry, komoditas oleh-oleh pun dapat berkontribusi bagi sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia. Pada tahun 2015, pertumbuhan pariwisata Indonesia meningkat sebesar 7,2%, melampaui pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4% yang secara tidak langsung menempatkan pariwisata Indonesia pada peringkat 50 di dunia, atau naik 20 peringkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Saat ini, sektor pariwisata Indonesia telah berkontribusi sekitar 4% dari total perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menyadari besarnya potensi oleh-oleh bagi industri bakery, pastry dan pariwisata Indonesia, Unilever Food Solution (UFS) menyelenggarakan Kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh. Kompetisi ini menjadi sebuah ajang bagi para pelaku industri bakery dan pastry untuk menyalurkan kreativitas dalam menciptakan ragam kreasi oleh-oleh khas nusantara.

Thomas Agus Pamudji, Direktur Pengelola  Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia Tbk. menyatakan bahwa para pelaku industri bakery dan pastry berperan penting menghadirkan sajian oleh-oleh khas masing-masing daerah Indonesia. Ragam variasi oleh-oleh khas daerah dapat berkontribusi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah tersebut, terlebih lagi fakta menyebutkan tiga dari empat orang Indonesia memilih produk makanan atau kue sebagai oleh-oleh. “Untuk itu kami mengadakan kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, professional chef dan juga traveler,” ujarnya.

Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata mengatakan dalam keterangan tertulisnya, “Menurut survei di tahun 2016, sekitar 98% masyarakat membeli oleh-oleh saat berlibur. Bila kita dapat mengembangkan potensi industri oleh-oleh di setiap daerah Indonesia, maka sektor pariwisata daerah tersebut pun akan berkembang, dan kontribusi tehadap perekonomian semakin besar. Jadi potensi industri seputar oleh-oleh ini memang sangat besar.”

Para pelaku industri bakery dan pastry di seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri dan kreasi kue andalannya melalui www.masteroleholeh.com selama periode 1 September – 14 Oktober 2016. Tiga kreasi oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi akan dipilih berdasarkan voting masyarakat melalui website tersebut hingga tahap semifinal yang akan memilih satu oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)