Duo Fortuner-Vios Angkat Kinerja Ekspor Toyota

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) semakin perkasa dengan kinerja ekspor melesat 53% sepanjang bulan pertama di tahun 2015. Ekspor kendaraan bermerek Toyota menembus angka 15.000 unit naik lebih dari separuhnya dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 9.800 unit.

Model Fortuner masih menjadi primadona ekspor yang mencapai 4.400 unit. Porsi mobil SUV yang telah dipasarkan sejak tahun 2005 di Indonesia dan beberapa negara Asia Tengara lainnya itu mencapai 29% dari total ekspor kendaraan dengan merek Toyota. Disusul, sedan Vios yang mulai diproduksi secara lokal di Pabrik Karawang II sejak bulan Desember 2013, dengan porsi sebesar 25% atau sebanyak 3.700 unit. Model selanjutnya yang juga menjadi andalan ekspor Toyota Indonesia adalah Kijang Innova dan Avanza yang masing-masing sebesar 1.200 dan 3.700 unit.

Toyota Fortuner (IST) Toyota Fortuner (IST)

Selain keempat model ini, kendaraan utuh lainnya yang diekspor adalah Yaris, Agya, Rush, Town Ace/Lite Ace dengan total volume mencapai 2.000 unit. “Jika kinerja ekspor ini stabil dan dapat dipertahankan, kami yakin Toyota Indonesia bisa mencapai target ekspor yang ditetapkan awal tahun sebesar 175 ribu unit kendaraan utuh, atau naik 10% dibanding realisasi tahun lalu,” kata Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN dalam siaran persnya.

Selain dalam bentuk kendaraan utuh, Toyota Indonesia juga mengekspor berbagai jenis produk otomotif lainnya berupa kendaraan terurai (CKD-Complete Knock Down) sebanyak 2.400 unit, mesin berbahan bakar bensin sebanyak 3.000 unit, serta mesin berbahan bakal etanol sebanyak 800 unit, komponen kendaraan sebanyak 5,8 juta buah serta alat bantu produksi berupa die (alat bantu dalam proses pengepresan) dan jig (alat bantu dalam proses pengelasan) ke banyak negara di dunia.

“Sebagai produsen otomotif yang telah eksis lebih dari 40 tahun di Indonesia, kami punya komitmen untuk turut serta mengembangkan industri otomotif nasional dengan meningkatkan kedalaman industri demi penguatan daya saing di pasar dunia. Ini membuat kami lebih siap dalam menghadapi pasar bebas ASEAN,” kata Warih.

Posisi Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia-Pasifik berdampak positif pada neraca perdagangan perseroan. Sejak tahun 2013, neraca perdagangan telah mencapai “net export” berkat dua aktivitas utama yaitu substitusi impor dengan memproduksi kendaraan di dalam negeri serta peningkatan kinerja ekspor.

“Toyota melakukan substitusi impor dengan semakin banyaknya model kendaraan ututh yang diproduksi di dalam negeri. Total nilai ekspor Toyota Indonesia sejak ekspor perdananya hingga Januari 2015 tercatat lebih dari US$13,8 miliar,” kata I Made Dana Tangkas, Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)