Empat Strategi Dompet Dhuafa Tingkatkan Dana Zakat

Besarnya penduduk muslim di Indonesia seharusnya mampu mendongkrak dana kelolaan zakat dalam negeri. Islamic Development Bank memprediksi potensi dana kelolaan zakat di Indonesia mencapai Rp 217 triliun. Namun hingga kini dana yang terhimpun baru mencapai Rp 2 triliun dari beberapa lembaga amil zakat. Salah satunya, Dompet Dhuafa (DD), lembaga amil zakat yang kian gencar mengampanyekan aksi amal ke masyarakat. Tahun ini, lembaga yang sudah berusia 19 tahun ini, menargetkan bisa menghimpun dana kelolaan sebesar Rp 300 miliar. Bagaimana caranya?

Ambassador Dompet Dhuafa

Pertama, menjalankan strategi integrated marketing communication. Program ini dirancang untuk memperkenalkan jasa perusahaan ke masyarakat. Caranya dengan beriklan di halaman media cetak, media siaran, hingga membeli slot tayangan televisi.

Ismail A. Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa, memaparkan, perolehan dana DD dari zakat, infak dan wakaf tahun 2010 sebesar Rp 210 miliar, tahun 2011 sebesar Rp 280 miliar. Sedangkan tahun ini diprediksi lebih dari Rp 300 miliar (produktif dan non-produktif). “Insya Allah target itu bisa tercapai asal strategi yang kami luncurkan mengena dihati masyarakat. Mengedukasi masyarakat untuk beramal itu susah-susah gampang,” ujar Ismail.

Bukan hanya melalui media komunikasi, DD juga akan terjun langsung dengan menurunkan relawan (fundraiser) ke beberapa titik lokasi seperti pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan. DD akan bekerja sama dengan Body Shop, Hypermart, Matahari Department Store, Alfamart dan lain-lain. Tujuannya untuk memudahkan orang dalam beramal. “Kami akan galakan sistem jemput bola,” Ismail menambahkan.

Sistem jemput bola diklaim Ismail berhasil karena mampu menggandeng 114 korporasi besar. Sebut saja Exxon Mobile, Trakindo, Heins, Adira, Pegadaian, Telkom, dan masih banyak lagi. “Insya Allah kami masih tetap dipercaya baik dari kalangan korporasi ataupun donatur perseorangan,” sambung Ismail.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar berbagai kegiatan untuk menarik perhatian. Untuk di pusat perbelanjaan misalnya, DD akan menghelat 30 kegiatan di 17 mall. Ismail mengharapkan, Ramadhan bisa menjadi momen untuk mengkerek dana kelolaan karena dibulan ini dana yang terhimpun bisa lebih tinggi 30-40% dari bulan-bulan biasa. “Seandainya setiap tahun ada beberapa kali bulan Ramadhan, mungkin prediksi Islamic Development Bank bisa tercapai dengan cepat,” guraunya.

Strategi terakhir adalah memilih public figur seperti Inneke Koesherawati (artis), Bambang Pamungkas (atlet sepak bola), dan Ippho Santosa (motivator) sebagai duta (ambassador). Pemilihan duta tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik masyarakat untuk mengikuti jejak sang idola dalam aksi sosial. Tahun 2010, pemilihan duta memberikan kontribusi kenaikan perolehan dana sebesar 10-15%, sedangkan tahun ini diprediksi meningkat hingga 33%. “Kami memilih publik figur yang memiliki nama, kelakuan dan prestasi yang baik. Masyarakat Indonesia cenderung akan mengikuti apa yang dikerjakan oleh idolanya. Kami berharap itu bisa terjadi di DD,” harap Ismail. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)