Enervon C Layani Konsumen Sesuai Segmen

Lebih dari 3 dekade menemani Indonesia, Enervon C masih tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka mendapatkan tempat di hati masyarakat dengan mendapat penganuegrahan ICSA 2015 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dengan Frontier. Sebagai produk multivitamin yang mensuplai vitamin C, Enervon C selalu memperhatikan suara konsumen. Tidak hanya dari demografis, tetapi juga dari sisi psikografis konsumen tersebut.

index

Menurut Sindu Samiaji, Senior Manager Divisi Darya Varia Laboratoria, Enervon C sebagai produk suplemen memang senantiasa mendengarkan kebutuhan konsumen. Artinya apa yang diinginkan oleh konsumen serta apa yang dibutuhkan oleh mereka. Itu yang akan mereka sediakan. Hal tersebut dikarenakan menurutnya produk mereka memang men-deliver janji.

“Needs dan wants, serta insight dari konsumen selalu kami perhatikan. Namun tetap, karena segmentasi produk ini luas, pendekatan disesuaikan dengan segmentasinya. Sebagai contoh, seorang wanita muda yang sudah menikah. Ia membutuhkan multivitamin untuk kegiatannya, misalnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai pekerja kantor. Mereka butuh Enervon C untuk menyeimbangkan kesibukan mereka agar tetap fit,” ujar Sindu.

Bagi Sindu, eksistensi Enervon C hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi konsumen yang senantiasa mempercayai produk mereka. Untuk melakukan treatment kepada konsumen, Enervon C memiliki divisi tersendiri untuk melakukan pengecekan terhadap kepuasan konsumen.

“Setiap bulan, secara reguler kami mengadakan brand tracking dan brand healthyness yang diadakan oleh panel khusus dari kami. Pengukuran ini selalu dilakukan secara serius dan kontinyu agar apa yang diinginkan oleh konsumen tersampaikan pada kami. Dari  situ kami juga bisa mendefinisikan segmentasi yang ditargetkan. Namun tentu saja, kualitas tetap kami pertahankan,” paparnya. Atas upaya yang dilakukan oleh Enervon C, Sindu mengklaim inilah yang membuat Enervon C nyaris tidak pernah mengalami hal yang negatif.

“Selama 13 tahun saya bergabung di sini, untuk produk Enervon C nyaris tidak pernah ada hal yang fluktuatif. Karena memang produk ini sudah 36 tahun terjaga kualitasnya. Selain itu, sebelum launching produk baru, butuh ancang ancang dahulu selama setahun atau dua tahun. Jadi kemungkinan resikonya zero,” tambah Sindu.

Berada di Indonesia selama lebih dari tiga dekade bukan berarti tanpa tantangan. Hal ini dikarenakan generasi yang berbeda memiliki cara penyampaian yang berbeda juga. Itulah yang harus disesuaikan oleh Enervon C, dan menurut mereka, itu merupakan tantangan tersendiri.

“Semakin banyak generasi, segmennya secara otomatis juga bertambah. Oleh dari itu kami harus me refresh komunikasi. Tidak lagi seperti dulu. Dimana satu komunikasi saja sudah cukup untuk semua,” tambahnya. Mengatasi hal tersebut, Sindu menyatakan menggunakan pedekatan kepada konsumen disesuaikan dengan segmentasinya.

“Karena semakin lama kelas tumbuh, segmen juga berubah. Refresh komunikasi. Jadi cari apa yang mereka inginkan. Nggak mungkin buat satu komunikasi buat banyak orang. Pendekatan, pemaham konsumen, cara mendekatinya juga akan beda. Prestige mungkin lebih perlu untuk konsumen usia 30an, untuk konsemen dengan rentang usia 40an ke atas lebih ke TV dan in store. Kalau yg muda akan lebih ke digital seperti Facebook. Jadi komunikasinya tetap dua arah.,” tutup Sindu.

Upaya yang dilakukan oleh Enervon C membuatnya berhasil meraih peringkat pertama dalam penghargaan Indonesia Customer Statisfaction Award 2015 (ICSA) , yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan lembaga riset Frontier untuk kategori multivitamin. Apapun nilai yang diraih antara lain, Skor kepuasan akan kualitas sebesar 4,156, Kepuasan terhadap harga 4,023, keyakinan pelanggan sudah mengenai ketepatan penggunaan brand sebesar 4,118, serta kepuasan akan ekspektasi di masa mendatang sebesar 4.039. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)