Evercoss Menjulang Bersama Indonesia Idol

Sejak berganti nama pada 2013 dari Cross menjadi Evercoss, merek ponsel ini terus melaju dan memperbesar pasar di Tanah Air. Menggandeng Indonesia Idol rupanya salah satu strategi yang digunakan Eveross untuk menumbuhkan brand awareness di tengah masyrakat. Hal ini  diakui oleh Janto Djojo, Marketing Director Evercoss. Ia pun bercerita setelah ditarik Evercoss di akhir 2011, ia membuat beberpa strategi pemasaran untuk membangun brand awareness yang berujung pada sales.

Di tangan Janto, saat ini Evercoss sudah dikenal masyrakat luas dan kuat untuk pasar kelas menengah di Pulau Jawa bahkan penjualannya pernah menyalip Nexian. Tak puas hanya sampai di sana, Janto kini tengah berkonsentrasi membangun Evercoss sebagai raja handphone kelas menengah di Indonesia. Berikut wawancara Janto Djojo, Marketing Director Evercoss dengan Nimas Novi Dwi Arini dari SWA Online:

(kiri) Janto Djojo, Marketing Director Evercoss (kiri) Janto Djojo, Marketing Director Evercoss

Bagaimana dengan strategi pemasaran yang sudah dilakukan?

Salah satunya ya lewat Indonesia Idol, kami sudah kerja sama dengan mereka dari dua tahun yang lalu. Ini salah satu startegi kami untuk meningkatkan brand awareness dan tentu kami juga merasakan kenaikan penjualannya. Lewat Indonesia Idol ini kami ingin menggrap pasar anak muda yang dinamis.

Dengan strategi yang sudah dijalankan ini apa sudah tercapai brand awareness yang diinginkan?

Jadi setelah Indonesia Idol yang pertama brand awareness-nya  handphone Evercoss tinggi. Dengan kami ikut di Indonesia Idol ini sebenarnya cara yang cepat untuk memunculkan brand awareness. Dulu ketika ditanya kenapa ikut Indonesia Idol saya jawab karena saya ingin orang tahu Cross is handphone ini tujuan saya. Kenapa sponsorship bukan ngeteng ibaratnya karena saya fokus pada satu acara, segmen tertentu, dan kami akan punya posisi.

Lalu sekarang kalau Anda memandang sendiri Evercoss ini posisinya sudah seperti apa?

Masih belum seperti yang saya harapkan tapi saya pikir ini sudah 60% lah untuk brand awareness karena 10% terakhir pun saya masih belum tahu karena pasti bertambah kan dan tentu visi kami berubah juga. Tapi kalau sekarang ini saya merasa Evercoss ini sudah terkenal tetapi belum mendapatkan satu positioning di hati seperti apa. Jadi, belum dicintai, belum ada satu orang atau kelompok yang sentimen sekali kepada Evercoss.

Untuk mencapai brand awareness yang bisa sampai ke titik top of mind seperti itu apa kendalanya?

Hal seperti ini saya sadar tidak akan bisa terjadi hanya karena pemsarannya saja bagi saja tetap kembali ke bagaimana produknya. Jadi product development ini penting makanya kami buat juga seri Elevate. Yang terakhir adalah kita lihat spesifikasi produk kami lebih baik dan tidak kalah dengan produk lain, konsumen memandang rendah karena harganya murah artinya mereka ini punya persepsi barang murah pasti jelek makanya saya bilang kita harus adu spec. Makanya slogan Elevate adalah See The Inside Before You Decide.

Evercoss-Janto2

Lalu bagaimana mengedukasi orang-orang yang sudah memiliki mindset seperti itu?

Kita tidak bisa ya mendidik persepsi, persepsi ini kan emosi. Yang bisa dididik adalah cara justifikasinya. Saya harus tampil di tempat yang dianggap tinggi jadi bukan hanya promosi, tempatnya juga harus dipikirkan yang sesuai dengan persepsi yang kita inginkan. Bagi saya produk dan place itu malah yang penting.

Bagaimana bentuk pemasaran yang dilakukan?

Secara konsisten  kami ingin diposisikan sebagai brand rakyat Indonesia, the king of middle class market tapi dengan cara bahwa Evercoss ini selalu berinovasi tapi menyediakannya dengan harga yang terjangkau. Sehingga untuk beberapa tahun ke depan orang-orang bisa bilang oh Evercoss ini memang murah dan terjangkau tapi kualitasnya bagus.

Sebenarnya target pasarnya sendiri siapa?

Ada perubahan target pasar ya kalau dulu kita memperkenalkan Cross itu handphone loh karena saat itu smartphone belum banyak juga. Dulu ketika di Jakarta orang tidak tahu Cross itu handphone di luar itu penjualan kita melebihi Nexian, ini di luar Jawa.

Seperti apa yang diharapkan?

Saya ingin Evercoss ini menjadi sebuah brand yang dicintai masyarakat.

Kini berapa omset, jumlah produksi, dan produk yang terjual dalan sebulan?

Saya hanya bisa kasih tahu jumlah produksinya saja, dalam satu bulan kami bisa produksi 1,5 juta unit saat ini kami produksi masih banyak di Tiongkok tapi di sini juga sudah ada tapi belum banyak. Pabriknya ada di Semarang dan ini sudah mulai produksinya saat ini baru dua line kalau sudah delapan line kita bisa produksi 1 juta unit perbulannya. kalau untuk yang paling laku ada seri A7   dengan range harga Rp 800 ribu sampai Rp 1,2 juta.

Lebih banyak terjual di Pulau Jawa atau di luar Jawa?

Tetap di Pulau Jawa tapi kebanyakan di daerah sub-urban atau rural, brand kami kalau di daerah-daerah sudah kuat ya untuk luar  Jawa juga sebenarnya sama juga. Seperti di Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Bali juga penjualan kami juga cukup baik. Untuk perbandingannya mungkin 60:40 antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Apa keunggulan Evercoss?

Keunggulan kami adalah inovasi, Evercoss ini dalam satu bulan saja sudah bisa meluncurkan handphone atau smartphone baru saya rasa ini keunggulan Evercoss. Kami bisa membawa teknologi terbaru dan paling canggih dengan harga yang masih bersahabat dan tentu kualitasnya tak kalah dengan  merek-merek lainnya. Apa yang membuat kami beda adalah kami berani mengombinasikan kualitas yang bagus dengan harga yang murah.  Kelebihan Evercoss dengan brand-brand lokal lain return rate kami di bawah 2%, walaupun jumlah ini masih banyak juga ya.

Berarti kalau ada kerusakan pun sudah ada service center yang memadai dan tersebar?

Ya tentu saja selain berpikir tentang produk tentu after sales service menjadi hal yang menjadi fokus kami juga. Kalau mau dihitung kami ada 80 service center di Indonesia yang tersebar. Jadi kalau misal ada konsumen yang handphone-nya rusak di Balikpapan tidak perlu ke Jakarta untuk memperbaiki, di sana sudah tersedia. Selain itu, kami juga kerjasama dengan pihak lain untuk menangani service seperti ini. Konsumen tidak perlu menunggu lama 1-2 hari sudah bisa selesai kecuali kalau spare part-nya sedang kosong nah ini mungkin waktunya akan lebih lama

Apa ada rencana Evercoss ekspansi ke luar Indonesia?

Rencana seperti itu tentu ada ya dan saat ini kami sedang melihat-lihat negara mana yang pontensial untuk Evercoss ekspansi ke sana. Kami sedang merintis untuk bisa masuk ke salah satu negara ASEAN.

Anda sendiri menilai pasar Tanah Air seperti apa?

Saya rasa masih sangat besar sekali ya karena kan sekarang sudah mulai muncul brand luar baru yang masuk ke sini, ya mereka pasti bisa melihat bagaimana potensi di sini. Seperti di Tiongkok saja mereka kaget ketika saya sebut 1,5 juta unit per bulan masih kaget, ya sebesar itu lah pasarnya kira-kira.

Apa target untuk 2-3 tahun ke depan?

Kalau untuk Evercoss tentu saya ingin mengalahakan brand-brand internasional yang ada di Indonesia jadi the king of middle class, saya kira 1,5 tahun lagi bisa tercapai. Kalau target saya sendiri sih inginnya saya diberikan saham di Evercoss ini seperti perusahaan telko lainnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)