Cara Galeries Lafayette Rayakan Imlek 2566

Merayakan tahun baru Imlek 2566 dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengadakan acara fashion show dengan menampilkan desainer ternama Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Galleries Lafayette Indonesia yang menggelar fashion show bertema "Fashionastic Lunar New Year."

Acara ini menampikan berbagai rancangan desainer Indonesia yang mengambil tema tahun baru imlek dan menampilkan berbagai karya seperti Votum, yang mengeluarkan koleksi rancangan Primavera yang terinspirasi dari lukisan Primavera karya Sandro Botticeli, seorang pelukis pada masa Renaissance.

Busana yang ditampilkan pun menampilkan nuansa keindahan bunga dan taman yang dilukiskan melalui perpaduan kain brokat dengan bordiran bunga dan tampilan 3 dimensi. Gaya yang ditampilkan oriental digabungkan dengan  Eropa  agar suasana tahun baru China ini berbeda.

Tak ketinggalan busana rancangan Mel Ahyar yang menggunakan warna hitam sebagai warna dasar dengan hiasan bordiran plus manik-manik buatan tangan. Koleksi ini didominasi dengan warna merah, kuning dan hijau, sebagai bentuk perlambangan atas burung Phoenix yang menjadi inspirasi dari baju rancangan Mel Ahyar.

DSC_0569 Peragaan busana rancangan Ghea Panggabean

Fashion show ini ditutup dengan karya Ghea Panggabean yang menghadirkan 14 buah busana dengan tema Splendor Phoenix yang terinsipirasi dari  China Peranakan. Hal ini terlihat jelas dalam setiap rancanganya seperti beberapa motif burung Hong atau Phoenix yang berarti lambang keberuntungan.

“Kita mengetahui bahwa kultur Tionghoa di Indonesia sangat besar, sehingga banyak motif-motif yang bisa diangkat yang biasa digunakan oleh kaum peranakan di Indonesia. Salah satu motifnya adalah burung Hong atau Phoenix yang merupakan lambang keberuntungan, yang saya ambil dan masukan dalam beberapa rancangan saya, yang dipadukan dengan batik atau kain langsem dari Kalimantan. Selain itu keramik-keramik cina peranakan juga saya jadikan motif karena saya merasa cocok dengan budaya indoensia jadi saya mengangkat motif-motif tersebut,” jelas wanita kelahiran Rotterdam, Belanda tersebut.

Menurut Ghea, persiapan fashion show ini dilakukan satu setengah hingga dua bulan lamanya. Ia tidak hanya memadukan motif peranakan tetapi juga, beludru, dan payet-payet cantik menghias busananya.” Kenapa saya ambil China, karena ingin ada sesuatu yang ada hubungannya dengan Indonesia terkait dengan tema yaitu Imlek dan Indonesia. seperti biasa saya ingin menarik sebuah tradisi asli Indonesia dan kali ini tema saya adalah Indonesia Tionghoa”. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)