Film Horor Jadi Tren Pembuat Film Lokal Menyedot Penonton

Film-film horor kembali marak tayang di layar bioskop. Bukan saja film asing, studio film juga diramaikan poster-poster film horor lokal. Pada bulan Juli saja 3-4 film horor dari beberapa film lokal yang tayang. Antaranya Danur: I Can See Ghost, Jailangkung, The Doll 2, Petak Umpet Minako dan Psikopat. Film psikopat yang diproduksi oleh Citra Visual Cinema (CVC) ini mencoba peruntungannya dengan cerita teror pembunuhan wanita-wanita yang kemudian mayatnya dijadikan koleksi di sebuah bunker.

Bagi Niken Septkasari, produser film ini, memang menjadi tantangan tersendiri menghadirkan film horor. Karena pecinta film horor biasanya memiliki komunitas sendiri dan biasanya mereka memiliki wawasan film-film horor luas. Terlebih di bulan yang sama, film sekuel Jailangkung juga baru rilis. Film yang disutradari Jose Purnomo dan Rizal Mantovani tersebut dikabarkan menyedot biaya produksi paling mahal sekitar Rp 10 miliar. Belum lagi ada film The Doll 2 yang dibintangi Luna Maya dan Herjunot Ali yang juga tayang di bulan yang sama. Hingga 9 Juli lalu film Jailangkung sudah menembus 2 juta penonton. Sedangkan film The Dolls 2 pada hari pertama penayangannya berhasil membukukan 61.913 penonton.

“Tentu saja menjadi tantangan, tapi saya yakin bagi penggemar film horor, ini menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan, karena tema ceritanya berbeda,” katanya di XXI Blok M Square (21/07/2017).

Niken tidak menyebut berapa target jumlah penonton yang dapat diraih dari film ini. Yang jelas, ia meyakini film ini bisa menarik perhatian para penggemar film horor di Indonesia. Bagi CVC ini bukan film pertama yang diproduksi. Sebelumnya, CVC telah memproduksi film Untuk Angeline (2016) yang dibintangi Kiyaryosih yang mengangkat kisah nyata seorang anak perempuan bernama Angeline yang tewas ditangan ibu tirinya di Bali beberapa waktu lalu. “Dalam waktu dekat akan tayang di bioskop juga film bergenre komedi yaitu Flight 555 yang dibintangi oleh Tara Budiman.

Dengan berbagai produksi film tersebut ia berharap CVC bisa meramaikan layar-layar bioskop Indonesia dengan film-film lokal dengan latar belakang budaya lokal yang kuat. Sayang Niken tidak berkenan menyebut kinerja filmnya. Selain film layar lebar, CVC juga memproduksi tayangan untuk stasiun TV antaranya Jejak Ke-7 yang juga bergenre horor-komedi dan Raja Pedas acara variety show yang tayang di Trans 7.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)